
Banjir Rendam 70 Ribu Tenda di Gaza
19 menit yang lalu
Material berbasis FABA dikaji untuk infrastruktur pesisir, sementara tanggul laut raksasa juga diteliti sebagai perlindungan Pantura.
Terbit · 1 min read

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan material beton berbasis abu terbang dan abu dasar untuk infrastruktur pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Menurut laporan CNBC Indonesia, riset ini diarahkan untuk menghadapi abrasi dan banjir rob.
Pengembangan teknologi tersebut dibahas dalam webinar nasional pada Jumat (30/10/2026). Laporan CNBC Indonesia mengutip laman BRIN pada Minggu (8/11/2026) mengenai kegiatan itu.
Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN Teguh Muttaqie mengatakan karakteristik setiap wilayah Pantura berbeda, sehingga penanganannya perlu mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan solusi bagi persoalan kawasan pesisir.
Salah satu teknologi yang dikaji adalah tanggul laut raksasa. Menurut laporan yang sama, pengembangannya direncanakan melibatkan lembaga riset, industri, dan pemerintah daerah serta dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah percontohan.
Desa Timbulsloko di Demak disiapkan sebagai lokasi uji coba teknologi. Kepala Desa Timbulsloko H. Nadhiri menyebut permukiman dan infrastruktur di desanya kerap rusak akibat terendam air laut.
Perekayasa Ahli Muda PRTH BRIN Ridwan Budi Prasetyo mengatakan fondasi beton antikorosi adaptif pesisir memanfaatkan abu terbang dan abu dasar dari limbah batu bara. Menurut keterangannya dalam laporan tersebut, material itu memiliki kekuatan mekanik tinggi dan umur layanan 20 hingga 25 tahun.
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa mendukung inisiatif tersebut. Deputi Bidang Pengelolaan Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur BOPPJ Agus Adriyanto menyebut tanggul laut raksasa sebagai solusi terpadu untuk melindungi aset nasional.
Dari sisi industri, PT PLN (Persero) UIT TJB menyambut pemanfaatan limbah batu bara sebagai bahan beton geopolimer. Menurut laporan CNBC Indonesia, perwakilan perusahaan Nandi Hidayat menilai pemanfaatan itu sebagai penerapan ekonomi sirkular dalam infrastruktur pesisir.