
Tiga Balita Tewas Tenggelam di Kolam Cianjur
15 menit yang lalu
Banjir setelah hujan badai merendam puluhan ribu tenda pengungsi dan membatasi operasi penyelamatan.
Terbit · 1 min read

Otoritas pertahanan sipil Gaza menetapkan status darurat tertinggi setelah hujan badai menyebabkan banjir merendam sekitar 70.000 tenda pengungsi Palestina. Menurut laporan ANTARA, status itu diberlakukan Sabtu (7/11/2026).
Dalam pernyataannya, otoritas menyebut air di sejumlah kawasan pengungsian mencapai ketinggian 1,5 meter. Ruang operasi mereka menerima 2.166 panggilan darurat sejak badai mulai melanda.
Namun, tim penyelamat hanya dapat menangani 218 panggilan. Otoritas menyatakan keterbatasan sumber daya menghambat upaya memenuhi banyaknya permintaan bantuan.
Otoritas pertahanan sipil menyerukan masyarakat internasional agar menekan Israel untuk mengizinkan masuknya peralatan dan kendaraan khusus penyelamatan. Mereka juga meminta tenda, terpal plastik, dan unit hunian bergerak untuk menyediakan tempat berlindung darurat bagi keluarga pengungsi.
Dalam pernyataan terpisah, kantor media yang dikelola Hamas mengatakan puluhan dinding runtuh di berbagai wilayah Gaza. Sejumlah orang mengalami cedera dengan tingkat keparahan beragam, termasuk beberapa orang yang kondisinya serius.
Kantor media itu memperkirakan kerugian langsung akibat badai mencapai sekitar 3 juta dolar AS. Laporan tersebut mencantumkan nilai tukar 1 dolar AS sebesar Rp18.094.
Menteri Kesehatan Palestina Majid Abu Ramadan memperingatkan cuaca dingin yang memburuk dan badai beruntun dapat membuat keadaan lebih berbahaya. Menurutnya, keluarga pengungsi telah kehilangan sebagian besar kemampuan untuk menghadapi kondisi tersebut.
Abu Ramadan juga mengatakan keluarga-keluarga itu bahkan tidak memiliki sarana perlindungan paling dasar.