
Villarreal dan Malaga Menang, Espanyol Tersingkir
12 menit yang lalu
BRIN menyiapkan riset prediksi kebakaran dan uji coba tepung singkong untuk pemadaman.
Terbit · 1 min read

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan lembaganya akan memperkuat riset untuk memprediksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut laporan CNN Indonesia, riset itu disiapkan sebagai langkah antisipasi.
Arif menyampaikan rencana tersebut setelah rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Arif mengatakan Prabowo memerintahkan BRIN meneliti penanganan karhutla dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Salah satu fokusnya adalah mengembangkan model perambatan api.
Menurut Arif, penelitian juga berlangsung di lokasi karhutla saat ini. BRIN akan berupaya mengembangkan riset bersama sejumlah perguruan tinggi untuk memprediksi kebakaran hutan.
Arif mengatakan kemampuan memperkirakan kejadian karhutla tiga hingga enam bulan ke depan penting untuk antisipasi. Ia menyebut, “Jadi kemampuan kita memprediksi ini saya kira sangat penting sekali.”
Untuk penanganan jangka pendek, BRIN berkolaborasi dengan sejumlah pihak terkait dalam operasi modifikasi cuaca. Arif mengatakan hujan telah turun di sejumlah wilayah dan menyebutnya sebagai berkah yang patut disyukuri.
Arif juga mengatakan riset tepung berbahan baku singkong untuk memadamkan api karhutla telah rampung dan siap diuji di lapangan. Ia menyebut salah satu kendala selama ini adalah bahan ammonium polyphosphate (APP) yang tidak tersedia di Indonesia sehingga harus diimpor.
Menurut Arif, tanpa APP, tepung singkong kerap menggumpal. Ia mengatakan bahan tersebut dapat membantu membuat tepung lebih sempurna dan meningkatkan efektivitas pemadaman api.