
Gibran Tekankan Sanitasi dalam Program Bedah Rumah
13 menit yang lalu
Pesan WAP Push berbahaya dapat mengganggu jaringan seluler dan memicu perangkat Android melakukan mulai ulang berulang kali.
Terbit · 1 min read

Peneliti keamanan siber Mark Blaszczyk menemukan celah pada perangkat Android yang disebut “SMS of Death”. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Ubergizmo, celah itu dapat mengganggu jaringan seluler dan membuat ponsel terus memulai ulang.
Laporan tersebut menyebut celah ditemukan pada perangkat Android 12 ke atas di sejumlah negara. Pengujian juga menunjukkan dampak pada sejumlah perangkat, termasuk Google Pixel dan Samsung Galaxy.
Serangan memanfaatkan pesan WAP Push yang dikirim secara diam-diam. Pesan itu dapat diproses oleh sistem telepon Android di latar belakang tanpa melewati kotak masuk notifikasi pesan biasa.
Setelah diproses, pesan berbahaya dapat mengganggu layanan seluler, memutus panggilan yang sedang berlangsung—termasuk panggilan darurat—dan membuat perangkat kehilangan koneksi jaringan untuk sementara.
Menurut laporan yang sama, pengiriman sekitar 20 pesan dalam waktu singkat dapat menyebabkan ponsel terus memulai ulang dan gagal masuk ke sistem secara normal. Dalam kondisi lebih parah, perangkat berisiko tidak dapat digunakan.
Pemulihan perangkat yang terdampak dapat memerlukan bantuan teknisi atau penghapusan berkas sistem yang rusak melalui komputer, menurut laporan tersebut.
Google mengembangkan tambalan keamanan yang disertakan dalam pembaruan keamanan Oktober dan November untuk perangkat dengan Android 14 ke atas. Sistem diperbarui agar dapat mengenali dan menghapus pesan berbahaya sebelum diproses.
Laporan itu menyebut ponsel lama yang belum menerima tambalan masih rentan. Pengguna disarankan memperbarui sistem operasi perangkat untuk mengurangi risiko gangguan jaringan atau kerusakan fungsi.