
Piaggio MP3 Terjual Lebih dari 250 Ribu Unit
19 menit yang lalu
DEN mendorong pengembangan panas bumi sebagai energi bersih, sementara Lampung memiliki potensi dan target pemanfaatan yang terus meningkat.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono mengatakan pemerintah mempercepat pengelolaan energi panas bumi di berbagai wilayah untuk meningkatkan penggunaan energi bersih. Lampung menjadi salah satu wilayah yang disebut memiliki potensi panas bumi.
Surono menyampaikan hal itu dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung, Bandarlampung, Jumat (6/11/2026). Ia menyebut panas bumi sebagai salah satu sumber energi bersih yang dapat dikelola dengan menjaga kelestarian lingkungan.
Surono menjelaskan pengembangan panas bumi membutuhkan lahan untuk perizinan, tetapi menurutnya area yang digunakan hanya sebagian kecil dari lahan tersebut. Ia mengatakan lahan lainnya dapat dimanfaatkan untuk konservasi.
Menurut Surono, kelestarian lingkungan perlu dijaga agar keseimbangan dan cadangan air tanah tetap terpelihara. Ia menyebut air hujan diperlukan untuk mengisi cadangan air tanah dalam pengelolaan panas bumi.
Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani mengatakan energi merupakan fondasi pembangunan perekonomian. Ia menyebut transisi energi menghadapi tantangan, antara lain krisis energi global dan perubahan iklim.
Lusmeilia mengatakan Universitas Lampung mendukung pengembangan energi terbarukan melalui penelitian. Ia menyebut penelitian pemanfaatan energi matahari, panas bumi, serta sampah rumah tangga dan kotoran untuk menghasilkan energi.
ANTARA mencatat kapasitas pembangkit listrik di Lampung sekitar 800 megawatt, sedangkan beban puncaknya sekitar 1.300 megawatt. Potensi panas bumi di provinsi itu disebut mencapai 2,8 gigawatt, sementara potensi bioenergi sebesar 0,05 gigawatt.
Menurut data DEN yang dikutip ANTARA, kontribusi panas bumi untuk menambah kapasitas pembangkit listrik ditargetkan mencapai 6–9 gigawatt pada 2030, 9–14 gigawatt pada 2040, dan 15–20 gigawatt pada 2050. Target untuk 2060 sebesar 18–22 gigawatt.