
45% Pencari Kerja Tak Mendapat Kabar Usai Wawancara
18 menit yang lalu
Sosialisasi membahas perlindungan asuransi, mitigasi risiko, dan penanganan klaim untuk mendukung operasional Bukit Asam.
Terbit · 2 min read

PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo menggelar sosialisasi polis dan manajemen risiko untuk memperkuat pengelolaan risiko aset PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Menurut laporan ANTARA, kegiatan itu ditujukan untuk mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.
Kegiatan berlangsung di Bandung pada 1-4 November 2026. Keterangan resmi mengenai kegiatan tersebut diterima di Jakarta pada Jumat (6/11/2026).
Brellian Gema Widayana, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, mengatakan kegiatan itu membahas cakupan perlindungan asuransi, ketentuan pertanggungan, dan mitigasi risiko operasional. Ia menyebut pemahaman atas polis diperlukan agar perlindungan sesuai dengan karakteristik aset dan potensi risiko perusahaan.
Jasindo memaparkan perlindungan asuransi semua risiko properti (Property All Risks/PAR), gempa bumi (Earthquake/EQ), serta alat berat dan mesin konstruksi (Construction Plant and Machinery/CPM). Materinya meliputi ruang lingkup jaminan, ketentuan polis, serta peran asuransi dalam mengantisipasi risiko terhadap bangunan, peralatan, dan kegiatan operasional.
Rangkaian kegiatan juga mencakup pemaparan hasil survei risiko Bukit Asam, pembaruan informasi penanganan klaim bersama konsultan, serta presentasi dari Indonesia Financial Group (IFG). Menurut laporan yang sama, kegiatan itu menjadi sarana kedua perusahaan untuk memperkuat pemahaman mengenai risiko, pertanggungan, dan mekanisme penanganan klaim.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Eko Prayitno mengatakan mitigasi risiko diperlukan untuk menjaga kelancaran usaha dan keberlanjutan operasional. Ia menyebut kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi perusahaan untuk memperdalam pemahaman tentang perlindungan asuransi dan membahas risiko kegiatan pertambangan.
Besarnya aset dan kegiatan operasional menjadi konteks penguatan pengelolaan risiko. Berdasarkan laporan kinerja perusahaan pada 29 Oktober 2026, total aset Bukit Asam mencapai Rp51,55 triliun per 30 September 2026, naik sekitar 17 persen dari Rp43,92 triliun pada akhir 2025.
Dari Januari hingga September 2026, produksi batu bara Bukit Asam tercatat 34,41 juta ton dan penjualan mencapai 32,23 juta ton. Perusahaan menargetkan produksi sekitar 49,5 juta ton sepanjang 2026.
Brellian mengatakan komunikasi dan koordinasi berkelanjutan antara perusahaan asuransi dan tertanggung diperlukan agar perlindungan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik risiko. Jasindo menyatakan ingin memperkuat perannya sebagai mitra pengelolaan risiko melalui perlindungan asuransi dan pendampingan identifikasi serta antisipasi risiko.