
Jasindo dan Bukit Asam Perkuat Pengelolaan Risiko
13 menit yang lalu
Survei di Amerika Serikat mencatat banyak kandidat kehilangan kabar setelah melewati tahap wawancara kerja.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, survei platform rekrutmen Greenhouse menunjukkan 45 persen pencari kerja yang telah mencapai tahap wawancara tidak lagi mendapat respons dari perusahaan setelah proses tersebut. Survei itu melibatkan 1.200 pencari kerja di Amerika Serikat dan dilakukan pada September 2026.
Fenomena perusahaan yang memutus komunikasi dengan kandidat setelah wawancara itu mendorong Gary Meyer, konsultan pemasaran berbasis kecerdasan buatan asal Toronto, Kanada, membuat situs Did They Ghost You pada Juni 2026. Situs tersebut menjadi tempat pencari kerja melaporkan perusahaan yang berhenti berkomunikasi selama proses rekrutmen.
Meyer mengatakan kepada CNBC Make It bahwa ia membuat situs itu sebagai proyek kecil setelah mendengar keluhan teman-temannya. Setelah ia membagikannya melalui LinkedIn, respons yang diterima jauh melampaui perkiraannya.
Menurut laporan yang sama, situs itu telah menerima 2.888 laporan anonim hingga laporan diterbitkan. Situs tersebut juga menyusun peringkat perusahaan yang paling sering dilaporkan, termasuk sejumlah perusahaan besar dalam indeks S&P 500.
Meyer menyebut situs itu tidak ditujukan bagi pelamar yang hanya mengirimkan lamaran tetapi tidak mendapat balasan. Ia menilai tidak adanya respons pada tahap awal melamar kerja sudah umum terjadi di pasar tenaga kerja saat ini.
Laporan yang diterima situs, menurut Meyer, berasal dari kandidat yang telah melewati beberapa tahap seleksi, seperti wawancara berulang, lalu tidak mendapat kepastian. Ia mengatakan sebagian kandidat bahkan menempuh perjalanan ke kota atau negara bagian lain untuk wawancara.
Sejumlah laporan yang dikutip CNBC Make It menggambarkan pengalaman kandidat setelah wawancara. Seorang pelamar mengaku diberi tahu direktur sumber daya manusia bahwa ia merupakan kandidat terkuat, tetapi perusahaan tidak menghubunginya lagi; pelamar lain mengatakan lowongan serupa diiklankan kembali sepekan setelah ia tak mendapat kabar.
Meyer mengatakan pengalaman tersebut dapat membuat pencari kerja menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak layak mendapat tanggapan. Ia menilai ketidakpastian itu menyakitkan karena kandidat bisa mengira telah melakukan kesalahan besar hingga perusahaan tidak membalas, bahkan melalui surel.