
Apartemen Ikan Tingkatkan Tangkapan Nelayan Barru
15 menit yang lalu
Dua atlas memetakan kerawanan gempa dan kondisi tanah untuk mendukung mitigasi serta perencanaan pembangunan.
Terbit · 1 min read

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan dua atlas kebencanaan geologi yang mencakup seluruh Indonesia. Menurut laporan CNBC Indonesia, Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan peta tersebut diharapkan menjadi acuan bersama untuk mitigasi risiko gempa.
Pernyataan mengenai peluncuran itu disampaikan di Jakarta dalam keterangan resmi pada Jumat (23/10/2026). ESDM meluncurkan atlas tersebut melalui Badan Geologi, dan keduanya dapat digunakan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat.
Yuliot menjelaskan, guncangan gempa yang sama belum tentu dirasakan serupa di setiap wilayah. Selain jarak dari sumber gempa, kondisi geologi dan karakteristik tanah setempat turut memengaruhi kuatnya guncangan.
Dua atlas tersebut adalah Atlas Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) dan Atlas Peta Tapak Lokal Edisi Kedua. Yuliot mengatakan sistem pemetaan terintegrasi diharapkan dapat digunakan berbagai kementerian dan lembaga dalam mengambil keputusan mitigasi.
Atlas KRBG menggambarkan tingkat kerawanan wilayah berdasarkan sumber gempa, katalog kejadian gempa, karakteristik geologi, dan kondisi tanah. Informasinya dapat menjadi salah satu dasar perencanaan tata ruang, permukiman, infrastruktur, serta langkah mitigasi.
Atlas Peta Tapak Lokal Edisi Kedua memetakan karakteristik tanah yang memengaruhi kuat-lemahnya guncangan. Salah satu parameternya adalah kecepatan gelombang geser rata-rata hingga kedalaman 30 meter (Vs30).
Menurut laporan yang sama, resolusi peta edisi terbaru meningkat dari grid 300 meter menjadi 30 meter. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan peningkatan resolusi itu akan memperkuat kajian bahaya gempa dan perencanaan pembangunan.
Kedua atlas juga dapat menjadi referensi awal untuk merencanakan infrastruktur energi dengan mempertimbangkan bahaya geologi. Atlas tersebut dapat diakses gratis melalui Portal Mitigasi Bencana Geologi, menurut laporan yang sama.