
Pernat Nilai Marquez Bisa Pensiun Lebih Cepat
10 menit yang lalu
FIV menyerang sistem kekebalan kucing, tetapi tidak menular kepada manusia dan dapat dikelola dengan perawatan tepat.
Terbit · 1 min read

Kasus kucing adopsi bernama Parhan yang diketahui positif Feline Immunodeficiency Virus (FIV) menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan kucing. Menurut laporan CNN Indonesia, Parhan sebelumnya tinggal di daerah Senayan City sebelum diadopsi.
Laporan CNN Indonesia yang mengutip Petindo menjelaskan FIV sebagai virus dari kelompok retrovirus yang menyerang sistem kekebalan kucing, terutama sel limfosit T. Virus ini hanya menginfeksi kucing dan tidak menular kepada manusia, anjing, atau hewan selain kucing.
Kucing yang terinfeksi dapat terlihat sehat selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Ketika sistem kekebalan melemah, kucing lebih rentan mengalami infeksi dan penyakit yang semula ringan dapat berkembang lebih serius.
Penularan paling sering terjadi melalui gigitan kucing terinfeksi, ketika virus dalam air liur masuk melalui luka. Risiko lebih tinggi pada kucing yang berkeliaran dan berkelahi; penularan juga dapat terjadi dari induk ke anak atau melalui transfusi darah dan peralatan medis yang terkontaminasi.
Menurut laporan yang sama, tidur bersama, saling menjilat, atau memakai tempat makan dan minum bersama bukan jalur penularan utama, dan risikonya rendah selama kucing tidak berkelahi. Kontak seksual juga bukan jalur penularan yang signifikan.
Tanda yang mungkin muncul antara lain penurunan berat badan, nafsu makan berkurang, radang gusi, infeksi pernapasan berulang, diare berkepanjangan, bulu kusam, demam, lesu, dan anemia. Namun, kondisi fisik atau perilaku saja tidak dapat memastikan infeksi; pemeriksaan darah, termasuk tes antibodi, digunakan untuk mendeteksinya.
Jika hasil awal positif, dokter hewan dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan karena hasil tersebut tidak selalu memastikan diagnosis sepenuhnya. Pemeriksaan dianjurkan setelah mengadopsi kucing, terutama bila riwayat kesehatannya tidak diketahui, serta sebelum kucing baru tinggal bersama kucing lain.
Belum ada obat yang menghilangkan FIV sepenuhnya, tetapi kucing positif dapat hidup bertahun-tahun dengan kualitas hidup yang baik melalui perawatan tepat. Langkah yang disarankan meliputi pemeriksaan rutin, makanan bergizi, penanganan infeksi sekunder, lingkungan bersih dan nyaman, serta pemberian obat sesuai anjuran dokter hewan.