
Pramono Libatkan Lurah Bahas Persoalan Jakarta
11 menit yang lalu
Sebagian anak muda di Amerika Serikat memilih ponsel sederhana untuk mengurangi waktu menatap layar.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, sebagian generasi Z di Amerika Serikat mulai beralih dari ponsel pintar ke ponsel dengan fitur sederhana karena jenuh menatap layar. Tren ini disebut berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Jose Briones, pemengaruh yang aktif mengampanyekan penggunaan ponsel sederhana, mengatakan fenomena itu terlihat pada sebagian kelompok generasi Z. Menurut Briones, sebagian anak muda mulai bosan dan lelah terus-menerus menatap layar ponsel pintar.
Ponsel fitur sederhana dapat memiliki fungsi seperti panggilan suara dan pesan singkat. Perangkat ini tidak dibebani gempuran notifikasi media sosial, menurut laporan tersebut.
Laporan itu menyebut kejenuhan terhadap paparan layar sebagai salah satu alasan anak muda memilih perangkat tersebut. Tren ini turut meningkatkan minat terhadap portofolio ponsel fitur milik HMD Global, pemegang lisensi merek Nokia.
Penjualan ponsel fitur di Amerika Serikat sempat melonjak hingga puluhan ribu unit per bulan pada 2022, ketika pasar ponsel pintar global sedang lesu. Laporan CNBC Indonesia tidak merinci angka penjualan tersebut.
Meski ponsel fitur kembali menarik perhatian di negara maju, pasar globalnya masih didominasi negara berkembang. Riset Counterpoint Research yang dikutip laporan itu mencatat kawasan Timur Tengah, Afrika, dan India menguasai 80 persen pasar ponsel fitur dunia.
Di sisi lain, laporan Counterpoint Research menyebut pengiriman ponsel pintar global pada kuartal ketiga 2026 turun 20 persen secara tahunan. Kinerja ini menandai titik terendah industri ponsel pintar untuk periode kuartal ketiga sejak 2012. Laporan CNBC Indonesia menyebut kelangkaan cip memori global akibat lonjakan teknologi kecerdasan buatan menekan pasar dan mendorong kenaikan harga komponen.
Kenaikan biaya komponen mendorong harga eceran ponsel naik rata-rata 20 persen sepanjang 2026, menurut laporan tersebut. Vendor asal China, termasuk Xiaomi, OPPO, dan vivo, mengalami kejatuhan parah karena bergantung pada penjualan di segmen pemula hingga menengah. Samsung dan Apple mencetak rekor dan makin mendominasi pasar lewat strategi perangkat premium.