
Ribuan Orang Demo Netanyahu Jelang Pemilu Israel
12 menit yang lalu
Paparan matahari berlebihan berisiko bagi kulit, tetapi paparan terbatas dapat bermanfaat bagi tubuh.
Terbit · 1 min read

ANTARA melaporkan bahwa kurangnya paparan sinar matahari secara rutin dapat berdampak pada kesehatan, sementara paparan berlebihan berisiko menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kanker kulit. Laporan itu terbit pada 25 Oktober 2026.
Kebutuhan paparan matahari berbeda-beda, bergantung pada lokasi tempat tinggal, warna kulit, usia, riwayat kesehatan, dan pola makan. Laporan ANTARA mengutip WebMD yang menyebut paparan selama 5 sampai 15 menit per hari umumnya dapat memberi dampak positif bagi tubuh.
Menurut laporan ANTARA, dokter kulit menganjurkan perlindungan dari paparan matahari ekstrem, bukan menghindari matahari sepenuhnya. Saat berada di luar ruangan, perlindungan dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya, kacamata hitam, atau topi.
Orang yang lebih sering berada di dalam ruangan karena pekerjaan, memiliki keterbatasan beraktivitas di luar rumah, atau tinggal di wilayah dengan siang lebih singkat dapat mengalami paparan matahari yang minim. ANTARA menyebut kondisi itu dapat berkaitan dengan kekurangan vitamin D.
Vitamin D yang terbentuk dengan bantuan sinar matahari berperan dalam penyerapan kalsium dan mineral untuk menjaga kesehatan tulang. Menurut laporan ANTARA, kekurangan vitamin D juga dapat mengurangi fungsi kekebalan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi.
Laporan yang sama, dengan mengutip The Healthy, menyebut kurangnya paparan matahari dapat mengganggu ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur dan bangun. Dampaknya dapat berupa kelelahan pada siang hari dan tidur yang kurang berkualitas pada malam hari, bahkan insomnia.
ANTARA juga menyebut minimnya vitamin D dapat berkaitan dengan nyeri otot dan tulang, melemahnya kekuatan otot, serta risiko osteoporosis dalam jangka panjang. Mengutip Mayo Clinic, laporan itu menambahkan bahwa kadar serotonin yang rendah akibat kurangnya paparan matahari dapat memicu depresi pada sebagian orang.