
Ombudsman Perkuat Sidak Cegah Penyiksaan
13 menit yang lalu
Menag menilai sains dan teknologi penting bagi kemajuan umat Islam serta mendorong riset yang bertanggung jawab.
Terbit · 1 min read

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan penguasaan sains dan teknologi penting bagi kemajuan umat Islam. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat membuka Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Ketiga PTKIN 2026.
Acara tersebut berlangsung di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada Rabu (4/11/2026) sore. Nasaruddin mengatakan, “Kalau kita ingin meraih kembali kejayaan ilmu dalam sejarah Islam, kita harus menguasai ilmu pengetahuan. Penguasaan sains dan teknologi sangat penting.”
OASE Ketiga PTKIN 2026 mempertemukan mahasiswa dari 54 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). Mereka berkompetisi, bertukar gagasan, dan mengembangkan jejaring akademik dalam bidang agama, sains, dan riset.
Nasaruddin menyebut sejarah keilmuan Islam menunjukkan hubungan antara pemahaman agama, penelitian, dan pengembangan teknologi. Menurutnya, ilmuwan mengembangkan pengetahuan dengan memperhatikan kebutuhan hidup, termasuk penyediaan air dan pelayanan kesehatan.
Ia mendorong kampus menghidupkan tradisi bertanya, meneliti, dan menerapkan pengetahuan agar bermanfaat. “Kita perlu terus membangun tradisi bertanya, meneliti, dan menggunakan pengetahuan untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Nasaruddin mengatakan perguruan tinggi keagamaan di bawah Kementerian Agama perlu berperan dalam pengembangan teknologi hilirisasi bersama perguruan tinggi umum. Ia berharap temuan mahasiswa melalui OASE terus disempurnakan hingga menjadi kebanggaan bangsa dan memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan sains.
Nasaruddin mengingatkan bahwa kemajuan teknologi perlu disertai nilai dan tanggung jawab. Ia juga meminta perkembangan kecerdasan buatan mendapat perhatian agar pemanfaatannya membawa kebaikan.