
Lima Kru Helikopter TNI Akan Dirawat di Jakarta dan Semarang
1 jam yang lalu
Regulator obat Kenya menyatakan cetirizine bukan obat untuk penggunaan melalui vagina atau pengencangan organ intim.
Terbit · 1 min read

Pharmacy and Poisons Board (PPB), regulator obat-obatan Kenya, memperingatkan penyalahgunaan cetirizine yang diklaim dapat membuat vagina lebih kering atau kencang. Menurut laporan iNews.id, peringatan itu disampaikan pada Rabu (4/11/2026).
PPB mengeluarkan peringatan setelah menemukan klaim tersebut beredar di media sosial. Praktik yang dibahas adalah memasukkan tablet cetirizine langsung ke vagina.
Menurut laporan iNews.id, PPB menjelaskan cetirizine merupakan antihistamin untuk meredakan gejala alergi, termasuk rinitis alergi dan urtikaria atau biduran.
Obat itu dirancang untuk diminum sesuai petunjuk tenaga kesehatan. PPB menyatakan cetirizine tidak disetujui untuk penggunaan melalui vagina maupun sebagai produk pengencang organ intim.
Laporan iNews.id menyebut PPB menyatakan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan cetirizine untuk tujuan tersebut. Otoritas Kenya memperingatkan bahwa penyalahgunaan obat itu dapat menyebabkan iritasi, nyeri, hingga infeksi.