
Indodax Bergabung dengan AFSI
11 menit yang lalu
Teknologi digital digunakan untuk mendukung perencanaan, pengawasan, dan pengendalian pembangunan sekolah.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerapkan teknologi pemodelan informasi bangunan atau BIM yang terintegrasi dengan Lingkungan Data Bersama (CDE) PU dalam pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Menurut laporan ANTARA, Menteri PU Dody Hanggodo menyebut teknologi itu digunakan untuk mendukung pengelolaan proyek infrastruktur pendidikan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026), Dody mengatakan infrastruktur dasar seperti gedung sekolah, asrama, fasilitas sanitasi, serta sarana pendukung pembelajaran harus tersedia secara layak.
Menurut Dody, penerapan teknologi digital ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan proyek. Ia juga menekankan pentingnya budaya keselamatan serta kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi.
BIM merupakan pemodelan digital tiga dimensi yang memuat karakteristik fisik dan fungsi bangunan serta informasi teknis. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan sejak perencanaan, pembangunan, hingga pemeliharaan.
Integrasi BIM dengan CDE PU memungkinkan data dan dokumen proyek dikelola dalam satu ekosistem digital. Sistem tersebut mendukung kolaborasi pemilik pekerjaan, kontraktor, manajemen konstruksi, konsultan perencana, dan auditor, termasuk melalui pengelolaan dokumen, persetujuan, peninjauan, serta pencatatan isu pekerjaan.
Pemantauan kemajuan konstruksi dilakukan dengan membandingkan model desain tiga dimensi dan kondisi pekerjaan di lapangan. Menurut laporan yang sama, dokumentasi foto, video, dan kurva S turut digunakan untuk mengidentifikasi potensi perbedaan antara rencana dan pelaksanaan.
Pemodelan juga diarahkan untuk memeriksa kesesuaian elemen bangunan dan membantu mitigasi risiko konstruksi. Pengembangan informasi jadwal dan kuantitas pekerjaan melalui BIM 4D dan 5D dapat mendukung analisis waktu serta kebutuhan biaya.
Dalam proses serah terima, pemeriksaan data mencakup kelengkapan dokumen, kualitas model tiga dimensi, kesesuaian jadwal dan kuantitas, dokumentasi pelaksanaan, serta informasi aset. Kementerian PU berharap penerapan BIM dan CDE mendukung pengawasan, koordinasi, dan pengendalian proyek hingga pemeliharaan bangunan.