
BSI Bidik Lima Besar Bank Syariah Dunia
8 menit yang lalu
Presiden Timor-Leste menilai keanggotaan ASEAN meningkatkan kepercayaan investor dan menyebut sejumlah proyek yang berjalan.
Terbit · 1 min read

Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta mengatakan kepercayaan investor terhadap negaranya meningkat setelah bergabung dengan ASEAN. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan Kyodo News di Istana Kepresidenan Dili.
Pernyataan itu disampaikan pada Senin (26/10/2026), setahun setelah Timor-Leste resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN pada 26 Oktober 2025. Negara tersebut memiliki populasi 1,4 juta jiwa.
Ramos-Horta menilai keanggotaan ASEAN mungkin menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kepercayaan investor. Ia juga menyarankan agar latihan militer yang melibatkan Timor-Leste bersifat multilateral, bukan hanya bilateral.
Menurut laporan yang sama, sejumlah proyek investasi sedang berjalan, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya melalui kerja sama perusahaan dagang Jepang Itochu Corp. dan sebuah perusahaan Prancis. Perusahaan galangan kapal Tsuneishi Shipbuilding Co. dari Hiroshima juga berencana membangun galangan kapal di Timor-Leste.
Proyek-proyek itu diharapkan mendorong ekonomi lokal dan menciptakan ribuan lapangan kerja bagi tenaga kerja muda. Pemerintah juga berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas serta mendiversifikasi perekonomian.
Ramos-Horta menyebut pemerintah sedang merevisi undang-undang investasi untuk memberikan pembebasan pajak kepada investor asing hingga 50 tahun. Rancangan aturan itu telah disetujui Dewan Menteri dan diajukan ke parlemen untuk disahkan; ia memperkirakan persetujuan dapat diberikan dalam waktu kurang dari sebulan.
Dalam skala lebih kecil, perusahaan Indonesia berinvestasi di sektor rumput laut, lobster, kepiting, dan mutiara. Ada pula rencana pembangunan hotel berbintang lima menjelang 2029, saat Timor-Leste dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN.
Perusahaan-perusahaan China disebut akan membangun pusat konvensi baru di tepi laut Dili, sementara perusahaan Indonesia berupaya memperluas bandara yang ada. Sejak bergabung dengan ASEAN, Dili juga mengalami pembangunan, termasuk pelebaran jalan, revitalisasi kawasan tepi laut, dan pembangunan gedung bertingkat.