
Pemkab Minut Uji Coba Portal Aksi Klabat
12 menit yang lalu
Pemkab Banyuwangi meminta maaf karena sebagian warga belum bisa masuk ke arena pertunjukan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, sekitar 20 ribu orang memadati kawasan Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu (24/10/2026) malam untuk menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu. Angka itu berasal dari pengelola pantai, PT Menara Maritim Indonesia.
Pertunjukan kolosal ini menjadi salah satu kebanggaan Banyuwangi. Menurut laporan yang sama, festival seni tersebut memasuki tahun ke-14 penyelenggaraan sejak pertama kali digelar pada 2012.
Tingginya antusiasme membuat sebagian warga belum bisa masuk ke kawasan Boom untuk menonton langsung. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum dapat menikmati pertunjukan.
"Kami berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap Gandrung Sewu. Kami memahami bahwa banyak warga yang sudah datang dengan penuh semangat untuk menyaksikan pertunjukan semalam, tetapi belum semuanya bisa masuk ke arena dan menikmati pertunjukan secara langsung," tutur Ipuk pada Sabtu malam.
Tahun ini Pemkab Banyuwangi, dengan dukungan InJourney, menggelar "Gandrung Sewu Glow in The Dark" pada malam hari. Sebanyak 1.300 penari Gandrung tampil dengan aksesori fosfor sehingga terlihat menyala.
Menurut Ipuk, pertunjukan ini sebelumnya digelar pada sore hari. Konsep malam hari yang baru itu menjadi daya tarik tinggi bagi puluhan ribu orang untuk datang ke Banyuwangi.
Pertunjukan digelar gratis. Panitia menyediakan 7.300 kursi, termasuk 1.300 kursi bagi orang tua atau wali para penampil, serta kursi bagi masyarakat umum. Panitia juga menyediakan layar LED di dua titik lokasi agar penonton di titik tersebut tetap dapat menyaksikan pertunjukan.
"Meski berbagai upaya telah dilakukan, kami menyadari bahwa besarnya jumlah masyarakat yang hadir belum sepenuhnya dapat terakomodasi oleh kapasitas kawasan Pantai Boom," tutur Ipuk.
Ipuk mengatakan antusiasme warga akan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan Gandrung Sewu berikutnya. Menurut dia, pemkab akan memperhatikan pengalaman dan masukan masyarakat untuk meningkatkan kenyamanan penonton, dengan tetap memperhatikan kapasitas lokasi dan keselamatan semua pihak.