
Joshua Wong Divonis 10 Tahun Penjara
14 menit yang lalu
PGE menilai Indonesia berpeluang menjadi produsen panas bumi terbesar dunia dengan dukungan potensi sumber daya dan kebijakan pemerintah.
Terbit · 1 min read

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memproyeksikan Indonesia berpeluang menjadi produsen energi panas bumi terbesar di dunia, menggeser Amerika Serikat. Menurut laporan CNBC Indonesia, Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyebut potensi sumber daya, peta jalan kelistrikan pemerintah, dan strategi ekspansi perusahaan sebagai faktor pendukung.
Ahmad menyampaikan hal itu dalam acara Media Briefing PGE di Jakarta pada Kamis (5/11/2026). Ia mengatakan Indonesia saat ini berada di posisi kedua dunia berdasarkan produksi panas bumi pada 2025, setelah Amerika Serikat.
Ahmad menilai target untuk menjadi produsen terbesar dunia dapat dicapai karena Indonesia memiliki potensi sumber daya panas bumi yang besar. Pemerintah, menurutnya, menargetkan posisi tersebut pada 2030.
PGE menargetkan kapasitas terpasang panas buminya meningkat dari 727 megawatt saat ini menjadi 1 gigawatt pada 2028. Perusahaan menargetkan kapasitas 1,8 gigawatt pada 2034 dan puncaknya 3 gigawatt.
Peluang pengembangan juga didukung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034 yang mengalokasikan 5,2 gigawatt untuk energi panas bumi. PGE berpotensi menggarap hingga 3,2 gigawatt dari alokasi tersebut.
Untuk mendorong pencapaian target, perusahaan panas bumi nasional dan pemerintah berdiskusi mengenai penyempurnaan iklim investasi. Salah satu usulan yang dibahas adalah revisi tarif dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.
Ahmad mengatakan kepastian investasi diharapkan terbentuk melalui revisi tarif dan skema tarif pembelian listrik. Menurut laporan yang sama, ia menilai terobosan tersebut dapat mempercepat tahapan pertumbuhan PGE dan sektor panas bumi Indonesia.