
Kristo Immanuel Garap Adegan Musikal Pulang Kampung
10 menit yang lalu
Pemerintah Aceh meminta penanganan hukum yang transparan, sementara TNI AD menyampaikan versinya tentang penertiban.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Aceh mendesak penyelidikan dan proses hukum atas dugaan penembakan oleh aparat TNI yang menewaskan seorang warga sipil dan melukai belasan orang di Kabupaten Pidie. Menurut laporan CNN Indonesia, insiden itu terjadi saat penertiban bendera bulan bintang dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa berlangsung di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi menyampaikan keterangan tersebut di Banda Aceh pada Kamis (5/11/2026).
Nurlis mengatakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang dikenal sebagai Mualem, dan Wakil Gubernur Fadhlullah meminta persoalan itu ditangani secara tepat dan transparan. Ia menyebut penanganan perlu berjalan melalui proses hukum dan tetap menjaga perdamaian.
“Tentu penanganan dilakukan secara hukum. Ada korban jiwa dan korban luka-luka dari masyarakat sipil. Prinsip utamanya tetap dalam koridor perdamaian dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat,” ujar Nurlis kepada wartawan.
Fadhlullah menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban sipil dan meminta keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Ia mengimbau semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog, serta menyelesaikan polemik pengibaran bendera tanpa kekerasan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut keterangan resmi TNI AD pada Kamis (5/11/2026), aparat TNI dan Polri telah berkomunikasi dan bermediasi dengan panitia agar bendera tidak dikibarkan, tetapi belum mencapai kesepakatan.
TNI AD menyatakan situasi meningkat saat penertiban setelah terjadi pelemparan batu dan kayu ke arah personel. Menurut versi TNI AD, sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam; personel kemudian berupaya membubarkan massa dengan perlengkapan pengendalian huru-hara.
Donny mengatakan personel mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, lalu munisi karet, setelah keselamatan mereka dinilai terancam. TNI AD menyebut korban meninggal bernama Abzalul Riza, warga Kecamatan Tiro, dan jenazah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum setempat.