
Kristo Immanuel Garap Adegan Musikal Pulang Kampung
15 menit yang lalu
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara melambat, dengan kontraksi di sejumlah sektor utama.
Terbit · 1 min read

Ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 4,85 persen secara tahunan pada triwulan ketiga 2026, lebih rendah daripada pertumbuhan nasional sebesar 5,47 persen. Menurut laporan Manado Post, angka tersebut berdasarkan pemaparan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara.
Angka pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan tiga periode sebelumnya, yakni 5,95 persen pada Triwulan IV-2025, 5,54 persen pada Triwulan I-2026, dan 5,42 persen pada Triwulan II-2026.
Kepala BPS Sulawesi Utara, Dr. Watekhi, menjelaskan perlambatan berkaitan dengan tekanan pada sejumlah lapangan usaha, terutama pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Laporan tersebut juga menyebut kemarau berkepanjangan akibat El Nino berdampak pada aktivitas produksi dan proses panen sejumlah komoditas.
Pertanian, yang berkontribusi 19,69 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mengalami kontraksi 2,03 persen secara tahunan. Transportasi dan pergudangan, dengan kontribusi 11,00 persen, terkontraksi 3,31 persen; industri pengolahan dengan kontribusi 10,65 persen serta jasa keuangan dan asuransi dengan kontribusi 3,12 persen masing-masing terkontraksi 0,07 persen.
Perdagangan, yang menyumbang 12,98 persen terhadap PDRB, tumbuh 2,97 persen, sedangkan konstruksi dengan kontribusi 12,04 persen tumbuh 9,40 persen. Pertambangan dengan kontribusi 5,41 persen tumbuh 7,48 persen, sementara administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi 5,86 persen tumbuh 7,49 persen.
Jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 29,57 persen dengan kontribusi 4,78 persen terhadap PDRB. Informasi dan komunikasi tumbuh 8,37 persen dengan kontribusi 3,99 persen, jasa pendidikan tumbuh 9,58 persen dengan kontribusi 3,22 persen, dan real estat tumbuh 6,31 persen dengan kontribusi 3,08 persen.
Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 23,26 persen dengan kontribusi 2,00 persen, sedangkan jasa lainnya tumbuh 16,84 persen dengan kontribusi 1,90 persen. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar—pertanian, perdagangan, konstruksi, transportasi, dan industri pengolahan—menyumbang sekitar 66,36 persen terhadap perekonomian Sulawesi Utara.