
Gerindra Minta Penjelasan soal Putusan MA
12 menit yang lalu
Balai Bahasa Bengkulu mendorong pembelajaran bahasa Enggano di sekolah untuk mendukung pelestarian bahasa daerah.
Terbit · 1 min read

Balai Bahasa Provinsi Bengkulu mencanangkan pembelajaran bahasa Enggano masuk ke kurikulum muatan lokal sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara untuk mendukung pelestarian bahasa daerah. Menurut laporan ANTARA, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan menyampaikan hal itu di Kota Bengkulu, Sabtu (31/10/2026).
Andriana mengatakan penutur bahasa Enggano semakin sedikit. Ia menyebut kondisi tersebut membutuhkan perhatian pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Andriana mengatakan pihaknya setiap tahun datang ke Pulau Enggano dan melihat langsung jumlah penutur bahasa Enggano semakin sedikit. Ia menyebut perlunya langkah mitigasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelamatkan bahasa tersebut.
Jumlah warga yang masih mampu berbahasa Enggano diperkirakan sekitar 700 orang. Andriana menyebut Provinsi Bengkulu memiliki tiga bahasa daerah, yakni bahasa Bengkulu, Rejang, dan Enggano.
Balai Bahasa Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk mendorong regulasi yang mendukung pelestarian bahasa Enggano. Pembelajaran di sekolah diharapkan membantu anak-anak di Pulau Enggano mempelajari dan menggunakan bahasa daerah sejak dini.
Andriana berharap komitmen pemerintah daerah diwujudkan melalui kebijakan konkret agar bahasa Enggano tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurut laporan yang sama, sejak Januari hingga Oktober 2026, Balai Bahasa Bengkulu telah menerbitkan 53 produk atau buku hasil penerjemahan cerita anak berbahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia.
Jumlah penerbitan itu melampaui target awal 22 produk. Andriana mengatakan antusiasme masyarakat dalam program penulisan cerita anak mendorong Balai Bahasa mengakomodasi lebih banyak karya. Penerbitan cerita anak berbahasa daerah juga dilakukan untuk menyediakan bahan bacaan bagi anak-anak dan mendekatkan generasi muda dengan bahasa daerah.