
LRT Jabodebek Rutin Periksa dan Rawat Jalur
9 menit yang lalu
Penanganan karhutla lewat jalur darat diprioritaskan, sementara helikopter pengebom air diminta untuk lokasi sulit dijangkau.
Terbit · 1 min read

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menyatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui jalur darat tetap menjadi prioritas di lapangan. Menurut laporan ANTARA, pernyataan itu disampaikan di Sampit, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan alasan jalur darat dipilih. "Karena petugas dapat menjangkau sumber api secara langsung, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah," katanya.
Menurut Halikinnor, jalur darat paling efektif karena api bisa langsung dipadamkan hingga ke sumber kebakaran. Ia menyebut Kotim merupakan daerah lahan gambut.
Meski demikian, Pemkab Kotim juga terus mengupayakan dukungan pemadaman dari udara dengan helikopter pengebom air untuk kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Halikinnor berharap lokasi yang tidak terjangkau petugas dapat dibantu lewat pengeboman air tersebut.
Halikinnor mengaku telah meminta bantuan kepada Komandan Lanud Iskandar. Permintaan itu agar helikopter yang berada di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, dapat membantu penanganan kebakaran di Kecamatan Pulau Hanaut dan Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.
Dukungan tersebut diharapkan diarahkan ke titik api yang masih aktif. Prioritasnya adalah lokasi yang tidak memungkinkan dijangkau petugas darat.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah pada 25 Oktober 2026, akumulasi kebakaran se-Kalimantan Tengah mencapai 7.070 kejadian. Luas lahan yang terbakar tercatat 20.385,26 hektare.
Menurut laporan yang sama, akumulasi di Kabupaten Kotawaringin Timur mencapai 1.339 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luas lahan yang terbakar di wilayah itu tercatat 3.453 hektare.