
Cak Imin Dorong Pesantren Cegah Karhutla
12 menit yang lalu
Konsentrasi PM2,5, PM10, dan SO2 di lima wilayah Jakarta cenderung turun pada Sabtu pagi, menurut DLH DKI.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat konsentrasi polutan PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2) cenderung menurun pada Sabtu (24/10/2026) pagi, terutama pukul 04.00–07.00 WIB. Pencatatan itu dilakukan melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU).
Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi menyampaikan bahwa pemantauan SPKU menunjukkan kecenderungan penurunan konsentrasi polutan di lima wilayah Jakarta pada Sabtu pagi. Hal itu disampaikan dalam keterangan resminya pada Minggu (25/10/2026).
Menurut laporan yang sama, di Jakarta Selatan konsentrasi PM2,5 pada pukul 04.00–05.00 WIB turun hingga kisaran 12–32 mikrogram per meter kubik (µg/m³), di bawah baku mutu 55 µg/m³. Kawasan pesisir Jakarta Utara mencatat penurunan PM2,5 hingga kisaran 9–17 µg/m³ pada pukul 04.00–07.00 WIB.
Tren penurunan juga terpantau di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Di Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada pagi hari tercatat dalam kisaran 12–43 µg/m³.
DLH DKI Jakarta menjelaskan bahwa penurunan konsentrasi polutan dapat dipengaruhi kondisi meteorologi, aktivitas sumber emisi lokal, serta kemungkinan dampak operasi modifikasi cuaca (OMC). Hujan yang dipicu melalui modifikasi cuaca berpotensi membantu membersihkan partikulat di atmosfer melalui proses deposisi basah. Dudi mengatakan analisis lanjutan diperlukan untuk memastikan besarnya pengaruh masing-masing faktor dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Marulitua Sijabat menyampaikan bahwa OMC dilaksanakan untuk mengoptimalkan potensi hujan dan membantu menciptakan kondisi yang lebih nyaman bagi masyarakat. Ia mengatakan pemantauan perkembangan cuaca dilakukan bersama BMKG agar pelaksanaan OMC dapat tepat sasaran.
Berdasarkan laporan BPBD, OMC telah dilaksanakan melalui empat sorti penerbangan pada 21–23 Oktober 2026 menggunakan pesawat PK-SNH dengan bahan semai natrium klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan, dan pada Jumat (23/10/2026) hujan ringan hingga sedang tercatat di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.
Selain OMC, Pemprov DKI Jakarta menyemprotkan kabut air di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan JRF 2026. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI untuk membantu menyejukkan lingkungan dan meningkatkan kenyamanan pelari.
Menurut laman IQAir yang dikutip ANTARA, kualitas udara Jakarta pada Minggu pagi tercatat sedang, dengan pembaruan pukul 06.00 WIB. IQAir mencatat poin 79 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 24 µg/m³ atau 4,8 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO); untuk kondisi ini, kelompok sensitif dianjurkan mengurangi kegiatan di luar ruang, mengenakan masker, menutup jendela, dan menyalakan pemurni udara.