
Ruben Onsu Belum Sepakati Proposal Damai Sarwendah
11 menit yang lalu
Dua armada laut mengantarkan ribuan paket makanan bergizi ke desa terluar dan puluhan sekolah di Halmahera Selatan.
Terbit · 2 min read

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Garuda Bakti Nusantara mengoperasikan dua armada laut guna menyalurkan paket Makan Bergizi Gratis ke wilayah kepulauan. Layanan ini menyasar ribuan penerima manfaat di delapan desa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Menurut laporan ANTARA pada Senin (26/10/2026), armada perairan tersebut dikerahkan untuk memastikan pasokan gizi dapat menjangkau enam desa terluar di kabupaten kepulauan tersebut. Asisten Lapangan SPPG Yayasan Garuda Bakti Nusantara, Esti Mustafa, menyampaikan bahwa pengoperasian kapal laut menjadi sarana krusial bagi kelancaran distribusi harian.
Esti memerinci bahwa total sasaran bantuan mencapai 2.356 orang setiap hari di wilayah tersebut. "Jumlah penerima manfaat sebanyak 2.356 orang setiap hari. Dari jumlah itu, 2.114 merupakan siswa, sedangkan 242 lainnya kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang dilayani di dua posyandu," ujarnya.
Berdasarkan laporan yang sama, penyaluran makanan bergizi ini menjangkau 27 sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga madrasah. Selain lembaga pendidikan, distribusi gizi menyasar kelompok ibu dan balita melalui posyandu di Desa Bajo dan Desa Pasimbaos.
Distribusi laut diatur melalui pembagian rute khusus agar seluruh desa kepulauan dapat terlayani secara teratur. Armada pertama mengantarkan makanan ke Desa Tanjung Obit, Prapakanda, dan Batutaga, sementara armada kedua melayani Desa Sawonakar, Prapakanda, dan Kampung Baru.
Dapur SPPG tercatat telah aktif beroperasi sejak Januari 2026 untuk mengolah makanan sehat bagi warga kepulauan. Esti menyatakan pengiriman makanan tidak mengalami hambatan berarti meskipun kondisi laut terkadang bergelombang.
"Sejauh ini tidak ada kendala. Walaupun ada ombak, pengantaran tetap dilakukan dan tidak pernah dihentikan," katanya. Program pemenuhan gizi ini disambut positif oleh warga dan para siswa yang kini dapat rutin menikmati buah-buahan, disertai masukan agar variasi menu terus diperkaya.
Operasional dapur dan tata kelola distribusi tersebut saat ini didukung oleh 47 petugas yang menangani administrasi, akuntansi, hingga pemenuhan gizi. Esti berharap program penyaluran makanan ini berjalan berkesinambungan demi mencukupi kebutuhan gizi anak sekaligus membantu menekan angka stunting di daerah terluar.