
BPOLBF Dorong Camino de Flores Jadi Ikon Wisata Religi
10 menit yang lalu
Menteri Kebudayaan menyoroti perlindungan keanekaragaman hayati dan kewajiban pelestarian geopark.
Terbit · 1 min read

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya menjaga kekayaan alam dan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari perawatan warisan Indonesia. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam keterangan yang diterima di Makassar.
Fadli meninjau Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Laporan ANTARA terbit Kamis (29/10/2026), tetapi tidak menyebutkan tanggal peninjauan.
Ia menyatakan kekayaan alam dan budaya saling berkaitan dalam membentuk identitas serta keunikan suatu wilayah. Menurutnya, bentang alam dan keanekaragaman hayati geopark perlu dijaga, dilindungi, dan dikonservasi.
“Geopark ini memiliki kekayaan yang luar biasa, baik dari bentang alam, keanekaragaman hayati, maupun keunikan yang menjadi bagian dari identitas kawasan. Karena itu, kekayaan ini harus terus dijaga, dilindungi, dan dikonservasi," ujarnya, menurut ANTARA.
Fadli, yang juga menjabat Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO, mengingatkan pengelola geopark agar memenuhi ketentuan pelestarian, edukasi, dan pelaporan berkala kepada UNESCO.
Ia juga menyoroti hubungan kawasan Bantimurung dengan sejarah penelitian ilmiah, termasuk penelitian kupu-kupu oleh naturalis Inggris Alfred Russel Wallace pada abad ke-19. Fadli menyebut kekayaan kupu-kupu dan keunikan vegetasi Sulawesi sebagai bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia yang perlu dipelajari dan dijaga.
Menurut laporan yang sama, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki luas sekitar 43.077,30 hektare dan dikenal dengan bentang alam karst, termasuk formasi menara karst di wilayah Maros-Pangkep. Kawasan itu juga menjadi habitat flora dan fauna serta menyimpan jejak kehidupan dan tradisi masyarakat setempat. ANTARA menyebut pelestarian unsur geologi, hayati, dan budaya perlu dilakukan secara terpadu.