
Mayapada Gelar Simposium Saraf dan Otak
11 menit yang lalu
Pertunjukan di Pantai Marina Boom memadukan tari tradisional, tata cahaya, dan visual pesawat nirawak.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, pertunjukan tari kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar pada Sabtu (24/10/2026) malam di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Perhelatan bertema Kembang Dermo itu memadukan seni tradisi dengan teknologi pertunjukan.
Sekitar 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia tampil dalam acara yang disebut dihadiri puluhan ribu penonton. Pertunjukan tersebut menjadi kali pertama Gandrung Sewu digelar pada malam hari.
Para penari tampil dengan gerakan tari, musik tradisional, kostum berpendar, dan tata cahaya yang dirancang khusus. Omprog, sampur, serta kipas dibuat menggunakan bahan yang memantulkan cahaya, sementara riasan tubuh berbahan fosfor memperkuat efek pendar di bawah sorotan lampu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pertunjukan itu menunjukkan seni tradisional dapat disajikan dengan teknologi. Saat membuka acara, ia menyebut budaya dapat dikembangkan dalam bentuk baru tanpa meninggalkan warisan.
Rangkaian acara dibuka dengan teatrikal Meras Gandrung, yang menggambarkan ritual adat dalam proses kelulusan penari Gandrung profesional. Menurut laporan yang sama, formasi kembang api pesawat nirawak kemudian menghiasi langit Pantai Marina Boom, dengan ratusan titik cahaya yang bergerak membentuk visual Gandrung, Gunung Ijen, dan simbol-simbol Banyuwangi.
Ipuk mengapresiasi dukungan InJourney serta keterlibatan penari, pelatih, seniman, budayawan, dan pihak lain. Ia mengatakan konsep baru tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan budaya kepada generasi muda.
Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, mengatakan kolaborasi pemerintah daerah, InJourney, dan komunitas pariwisata menghadirkan pertunjukan yang layak diapresiasi. Menurutnya, Gandrung Sewu kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nasional untuk kelima kalinya.
Perhelatan yang memasuki tahun ke-14 itu ditutup dengan penampilan Kunto Aji dan Project Pop. Sebelum pertunjukan dimulai, Kunto Aji membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya.