
Singapura Imbau Warga Tenang soal Pangkasan Gas RI
11 menit yang lalu
InJourney menyebut konsep pertunjukan malam Gandrung Sewu 2026 diadaptasi dari pengalaman tari kecak di TMII.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, gelaran Gandrung Sewu 2026 di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada Sabtu (24/10/2026) malam mengusung konsep berpendar dalam gelap yang tidak sekadar memindahkan waktu pertunjukan dari siang ke malam. Konsep itu lahir dari perpaduan potensi lokasi, kemampuan ribuan penari, dan pengalaman pertunjukan budaya yang sebelumnya dikembangkan dalam tari kecak.
Direktur InJourney Maya Watono menyebut penyelenggaraan Gandrung Sewu pada malam hari memadukan tari kolosal, permainan cahaya, kostum bercahaya, pertunjukan pesawat nirawak, dan kembang api. Menurut dia, perpaduan itu membuat budaya khas Banyuwangi terasa lebih dramatis.
Maya mengatakan hal itu pastinya luar biasa karena Gandrung Sewu baru pertama kali digelar pada malam hari. Menurut dia, penonton bisa melihatnya dengan konsep berpendar dalam gelap, dan seribu penari menampilkan budaya Banyuwangi untuk Indonesia, bahkan dunia.
Maya menilai pertunjukan malam memberikan nuansa magis yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan Gandrung Sewu pada tahun-tahun sebelumnya. Keseragaman gerakan lebih dari seribu penari yang berpadu dengan tata cahaya disebutnya menjadi daya tarik tersendiri, dan ia menilai konsep ini berpotensi viral karena menyuguhkan sesuatu yang berbeda.
Maya menjelaskan, gagasan tersebut berangkat dari potensi yang dimiliki Banyuwangi, baik dari sisi lokasi pertunjukan maupun kemampuan para penarinya. InJourney kemudian melihat kemungkinan mengadaptasi konsep yang pernah diterapkan pada tari kecak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Menurut laporan yang sama, pengalaman tersebut menjadi referensi untuk mengembangkan konsep yang dinilai sesuai dengan karakter tari Gandrung, terutama gerakan yang kompak, jumlah penari yang besar, dan kebutuhan tata cahaya untuk memperkuat visual pertunjukan.
Maya mengatakan pihaknya juga memiliki konsep berpendar dalam gelap yang diterapkan pada tari kecak di Taman Mini Indonesia Indah. Menurut dia, konsep tersebut ternyata cocok dengan gerakan, lampu, dan keseragaman gerakan penari Gandrung.
Selain permainan cahaya, pertunjukan Gandrung Sewu 2026 juga dilengkapi atraksi pesawat nirawak dan kembang api. Kombinasi itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan pertunjukan budaya yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas kesenian tradisional Banyuwangi.
Maya menilai keterlibatan lebih dari seribu penari dalam satu pertunjukan kolosal merupakan kekuatan besar yang dapat menjadi daya tarik wisata. Gerakan tari yang ditampilkan serempak, menurut dia, membutuhkan persiapan dan koordinasi yang tidak sederhana. "Jarang sekali ada pertunjukan yang melibatkan lebih dari seribu penari, kemudian memeragakan gerakan tari yang sangat kolosal. Ini tentunya menambah daya tarik wisatawan," ucapnya.