
Kemnaker Verifikasi Mitra Penyelenggara MagangHub
14 menit yang lalu
Indonesia mempertahankan posisi eksportir batu bara termal terbesar, sementara ekspor Rusia melemah.
Terbit · 1 min read

Indonesia tetap menjadi eksportir batu bara termal terbesar di dunia dengan volume 240,3 juta ton pada Januari-September 2026, sementara ekspor Rusia turun. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip data BigMint dan The Insider, Rusia kehilangan posisi sebagai pemasok terbesar ketiga.
Data perdagangan itu mencakup sembilan bulan pertama 2026. Dalam periode yang sama, Australia berada di urutan kedua dengan 151,2 juta ton, sedangkan Afrika Selatan naik ke posisi ketiga dengan 52,1 juta ton.
Ekspor batu bara termal Rusia tercatat 42,5 juta ton, turun 18,16 persen. Penurunannya hampir 9,7 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, paling besar di antara pemasok utama dunia menurut laporan tersebut.
Pengiriman Rusia ke Turki turun 32 persen menjadi 15,7 juta ton, sedangkan ke China merosot 26 persen menjadi 15,1 juta ton. India menjadi satu-satunya pasar utama yang mencatat peningkatan pengiriman, menjadi 9,6 juta ton.
Data BigMint tidak mencakup seluruh ekspor batu bara Rusia. Menurut The Insider, data Kpler menunjukkan pengiriman batu bara Rusia melalui laut untuk semua jenis batu bara naik 7,25 persen menjadi 135,86 juta ton pada periode yang sama.
Perdagangan batu bara termal global turun 3,2 persen menjadi 602,5 juta ton, atau berkurang sekitar 19,9 juta ton. Mongolia mencatat pertumbuhan ekspor terbesar, yakni 73 persen menjadi 24 juta ton.
Laporan CNBC Indonesia juga menyebut harga batu bara melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Mengutip Refinitiv, harga ditutup di US$150,55 per ton setelah turun 2 persen, sehingga pelemahan berlangsung dua hari berturut-turut dengan penurunan hampir 3 persen.
Pelemahan harga antara lain dikaitkan dengan kondisi pasar China. Usulan produsen kokas utama untuk menaikkan harga 50-55 yuan per ton belum diberlakukan karena pasar masih menunggu respons pabrik baja, sementara harga batu bara termal di sejumlah wilayah pertambangan China kembali turun.