
ASDP Merak Akan Apungkan Kembali KMP Batu Mandi
11 menit yang lalu
Ulyas Taha mengajak ASN memperkuat integritas dan pelayanan publik dengan meneladani semangat perjuangan santri.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA Manado, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut) Ulyas Taha mengajak aparatur sipil negara (ASN) menghidupkan semangat perjuangan ulama dan santri melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan integritas, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.
Ajakan itu disampaikan Ulyas di Manado, Kamis (22/10/2026), terkait peringatan Hari Santri 2026.
Ulyas mengatakan, "Semangat santri harus kita hidupkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. ASN harus disiplin, berani membela kebenaran, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Tanah Air. Pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar kata-kata."
Menurut Ulyas, perjuangan ulama dan santri perlu dilanjutkan melalui pengabdian, karya, serta kontribusi nyata bagi bangsa. Menurut laporan yang sama, semangat tersebut dahulu menggerakkan umat Islam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mengobarkan perjuangan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945.
Ia menyebut nilai perjuangan santri sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas kebangsaan yang patut dihargai seluruh masyarakat Indonesia. Ulyas juga mengatakan bahwa Hari Santri milik seluruh masyarakat Indonesia karena semangat perjuangan, persatuan, dan cinta Tanah Air yang diwariskan melalui Resolusi Jihad merupakan bagian penting dari sejarah bangsa.
Ulyas juga mengajak ASN di lingkungan Kemenag menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat integritas dan tanggung jawab dalam pelayanan publik. Menurut dia, semangat santri masa kini tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, melainkan lewat peningkatan kualitas pelayanan, penguatan karakter, profesionalisme, dan komitmen membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang diwariskan para santri harus menginspirasi ASN untuk meningkatkan kompetensi, menjaga kejujuran, dan memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Tema itu menegaskan pentingnya peran generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan peduli terhadap persatuan bangsa.
Ulyas berharap semangat perjuangan para santri terus hidup dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat. Menurut dia, sejarah perjuangan santri tidak cukup dikenang melalui upacara seremonial, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata untuk mendorong kemajuan Indonesia.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.