
BRIN Identifikasi Sembilan Mangrove Berpotensi Obat
14 menit yang lalu
Kegiatan melalui permainan tradisional menyasar 300 pelajar terdampak gempa Flores.
Terbit · 1 min read

Kementerian Kebudayaan dan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan pemulihan psikososial melalui permainan tradisional di Kabupaten Sikka. Menurut laporan ANTARA, kegiatan bertajuk “Laba Limang” itu menyasar 300 pelajar SD hingga SMP yang terdampak gempa Flores.
Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Bupati Sikka pada Jumat (23/10/2026). Para peserta merupakan pelajar yang terdampak gempa Flores pada 15 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan mencakup permainan tradisional, dongeng, mewarnai, layanan kesehatan, dan pembagian bingkisan. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan dukungan psikososial kepada para pelajar.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Judi Wahjudin mengatakan kegiatan itu diharapkan dapat membantu anak-anak kembali bersemangat dan saling menguatkan melalui gotong royong.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan permainan tradisional perlu diperkenalkan kembali kepada anak-anak di sekolah dengan dukungan KPOTI. Ia juga menyebut permainan tradisional sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan anak pada gawai dan melestarikan permainan rakyat.
Permainan yang diperkenalkan antara lain Se’su Kikuk atau Se’su Kae, Ogor Ge’lo, Kalimat, Kelentur, Wetok Tali Merdeka, Kotir atau gasing, Jarang Kumak, Te’u Meong, Wain gahar, Hadang, dan Laba Limang. Laporan ANTARA menyebut permainan-permainan itu sebagai bagian dari permainan tradisional masyarakat Sikka.
Permainan dan olahraga tradisional diharapkan menjadi sarana hiburan sekaligus mendorong sportivitas, ketangkasan, keberanian, kesabaran, dan keseimbangan. Kegiatan tersebut juga diharapkan mendapat dukungan pemerintah setempat dan komunitas untuk mengoptimalkan aset budaya daerah.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.