
Kejurnas Catur Ke-51 Digelar di Serang, Banten
14 menit yang lalu
Kementerian akan mendukung kolaborasi kampus dan pendanaan riset sesuai kebutuhan Papua.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan memfasilitasi kolaborasi perguruan tinggi dan mendorong pembentukan laboratorium material maju di Papua. Menurut laporan ANTARA, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan rencana itu dalam keterangan di Jakarta.
Fasilitasi tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dan pengembangan pusat penelitian di Papua. Menurut laporan yang sama, keterangan itu disampaikan pada Jumat (23/10/2026).
Brian mengatakan dosen Universitas Cendrawasih dapat diundang ke Institut Teknologi Bandung agar transfer teknologi berjalan baik. Ia menyebut kolaborasi itu sebagai sarana peningkatan kapasitas di Papua.
Kemdiktisaintek juga akan mengalokasikan dana riset secara khusus untuk Papua. Menurut Brian, bidang riset yang didanai akan berfokus pada hal-hal yang dibutuhkan untuk dikembangkan di wilayah tersebut.
Hasil penelitian diharapkan dapat membantu menjawab permasalahan di Papua. Brian menyampaikan bahwa alokasi khusus tersebut perlu diarahkan pada bidang yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.
Selain mendorong penguatan perguruan tinggi di Papua, kementerian ingin meningkatkan jumlah mahasiswa asal Papua yang mengakses pendidikan tinggi di kampus-kampus terbaik di Indonesia. Penguatan akses pendidikan itu diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas perguruan tinggi setempat.
Brian berharap pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menghasilkan tindak lanjut konkret. Ia mengajak industri menyampaikan permasalahan kepada kampus agar penelitian dan tugas akhir mahasiswa dapat membahas topik yang dibutuhkan industri.