
Rano Kenalkan Gotong Royong kepada Delegasi CityNet
14 menit yang lalu
Kementerian PU mendata kerusakan infrastruktur dan menyiapkan penanganan setelah lokasi dinyatakan aman.
Terbit · 1 min read

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menginstruksikan identifikasi dampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Menurut laporan ANTARA, Kementerian PU melalui Satgas Penanggulangan Bencana BBWS Brantas mendata infrastruktur sumber daya air yang terdampak.
Banjir lahar terjadi pada Senin (2/11/2026), setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan puncak dan lereng Gunung Semeru serta wilayah sekitar aliran sungai. Hujan berlangsung sekitar pukul 00.14 hingga 05.32 WIB.
Identifikasi awal mencatat tanggul beton pengendali banjir dan lahar tertimbun material vulkanik. Tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung juga mengalami pengikisan.
Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor mengatakan satgas telah mengevakuasi personel dan peralatan proyek dari lokasi terdampak. “BBWS Brantas juga menyiagakan bahan banjiran dan alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan darurat apabila kondisi di lapangan telah dinyatakan aman,” kata Muhammad Noor.
BBWS Brantas mengamati kondisi dan berkoordinasi dengan BPBD serta Pos Pengamatan Gunung Api Semeru. Koordinasi itu mencakup perkembangan aktivitas vulkanik, cuaca, dan potensi kenaikan debit sungai.
Tinjauan dilakukan di Sungai Regoyo, DAS Rejali, WS Bondoyudo-Bedadung, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Meski air Sungai Regoyo telah surut, curah hujan di kawasan Semeru masih tinggi sehingga kenaikan debit tetap diwaspadai.
Menurut laporan BBWS Brantas yang dikutip ANTARA, curah hujan tercatat 134,6 milimeter dalam pengamatan pukul 00.00–06.30 WIB. Debit sungai meningkat dan membawa material vulkanik dengan perkiraan ukuran 25–65 mm.
Penanganan darurat fisik belum dilakukan karena lokasi masih berbahaya. Inventarisasi kerusakan dilanjutkan, sementara mobilisasi alat berat dan personel tanggap darurat disiapkan setelah kondisi dinyatakan aman. Berdasarkan rekomendasi PVMBG, Gunung Semeru berstatus Siaga; masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.