
Ombudsman Soroti Layanan Jaminan Sosial
19 menit yang lalu
Gubernur Sumut memperkirakan muktamar pada 2027 akan menggerakkan sejumlah sektor usaha daerah.
Terbit · 1 min read

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution meyakini Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan mendorong aktivitas ekonomi daerah. Menurut laporan ANTARA, agenda itu dijadwalkan berlangsung pada November 2027.
Bobby menyampaikan hal tersebut setelah menerima panitia dan jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada Senin (2/11/2026). Ia menyebut kegiatan berskala nasional dan internasional itu berpeluang memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Bobby mengatakan kehadiran peserta dan peninjau dari berbagai daerah serta mancanegara diperkirakan berdampak pada perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia juga menyebut penyelenggaraan muktamar dapat menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat.
Data Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Sumatera Utara pada 2025 mencatat sekitar 1,4 juta unit UMKM di provinsi itu. Sebanyak 98,9 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro dan kecil.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan mendukung dan siap memfasilitasi penyelenggaraan muktamar. Bobby mengatakan, “Pada prinsipnya Pemprov Sumut mendukung, dan memfasilitasi seluruh kegiatan muktamar ini. Kami sangat terbuka, dan berharap agenda besar ini berjalan sukses,” menurut laporan ANTARA.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto mengapresiasi sambutan dan dukungan pemerintah provinsi. Ia mengatakan persiapan dilakukan sejak jauh hari karena muktamar merupakan momentum besar bagi warga Muhammadiyah.
Panitia merencanakan pembukaan muktamar di Stadion Teladan Medan, sedangkan persidangan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dijadwalkan berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Agung menyebut kegiatan itu diperkirakan menarik hingga satu juta pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Selain persidangan, rangkaian kegiatan direncanakan mencakup pameran ekonomi serta pertemuan internasional yang menghadirkan perwakilan cabang Muhammadiyah dari 30 negara dan organisasi Islam dunia. Agung juga meminta kesediaan gubernur menjadi penasihat atau pengarah dalam kepanitiaan.