
DJP Jakpus Sosialisasikan Kebijakan Sanksi Pajak
18 menit yang lalu
Kolaborasi lintas lembaga diarahkan untuk menyelaraskan informasi dan mendukung pariwisata berkualitas.
Terbit · 2 min read

Kementerian Pariwisata mengoptimalkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk membangun komunikasi publik terpadu guna mendukung pariwisata nasional yang berkualitas dan berkelanjutan. Menurut laporan ANTARA, hal itu disampaikan dalam Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) sektor pariwisata.
Dalam siaran pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/11/2026), Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenpar Fadjar Hutomo mengatakan sasaran pariwisata kini tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan, tetapi juga penciptaan nilai yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Fadjar mengatakan perubahan paradigma pembangunan pariwisata itu memerlukan dukungan lintas lembaga. Salah satu upayanya adalah menyelaraskan informasi kebijakan publik agar dapat dipahami masyarakat secara utuh.
Kemenpar telah merilis Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 yang memuat proyeksi perkembangan pariwisata nasional. Publikasi itu mengulas isu strategis berdasarkan analisis data, tren, dan perspektif para ahli yang diperkirakan membentuk arah pariwisata Indonesia pada 2027.
Menurut laporan yang sama, publikasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi, media massa, serta masyarakat dalam merumuskan kebijakan dan langkah kolaboratif yang lebih terarah.
Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital Molly Prabawati mengatakan konektivitas dan digitalisasi meningkatkan ekspektasi publik terhadap kemudahan mobilitas, transaksi nontunai, serta akses informasi yang transparan. Kondisi itu menuntut kesiapan infrastruktur digital di seluruh destinasi pariwisata.
Molly mengatakan derasnya arus informasi di ruang digital meningkatkan kerentanan terhadap krisis reputasi. Persoalan terkait kenyamanan, tarif, maupun kelestarian lingkungan dapat berdampak langsung terhadap citra destinasi pariwisata nasional.
Dalam forum tersebut, Molly menyampaikan tiga fokus strategi komunikasi bagi insan humas pemerintah: membangun komunikasi pariwisata terintegrasi melalui kolaborasi Bakohumas, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi disinformasi dan isu yang berpotensi merugikan reputasi pariwisata Indonesia, serta menghadirkan komunikasi publik yang lebih humanis dengan mengangkat cerita autentik masyarakat lokal.
Molly menilai pariwisata yang tangguh tidak hanya ditopang keelokan alam dan fasilitas fisik, tetapi juga perlu dirawat melalui kepercayaan serta narasi publik yang solid. Ia juga mengatakan narasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat memiliki daya sentuh lebih kuat daripada sekadar penyampaian angka statistik.
Molly berharap forum tematik Bakohumas dapat melahirkan gagasan konkret, memperkuat sinergi antarlembaga, dan memberi kontribusi bagi pariwisata Indonesia. Menurutnya, tantangan pariwisata 2026–2027 menuntut para pihak untuk adaptif dan kolaboratif.