
Dermatitis Seboroik: Gejala dan Penanganan
18 menit yang lalu
Program mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas serta pendampingan bagi sekolah penerima bantuan.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merevitalisasi 1.277 SMK di berbagai daerah melalui anggaran biaya tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026. Menurut laporan ANTARA, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyebut program itu ditujukan untuk memperkuat layanan pendidikan vokasi.
Fajar menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Jumat (6/11/2026). Dari seluruh penerima bantuan, 553 merupakan SMK negeri dan 724 lainnya SMK swasta.
Menurut Fajar, revitalisasi bertujuan menyediakan fasilitas yang lebih layak, termasuk ruang praktik untuk mendukung kompetensi peserta didik sesuai bidang keahlian. Ia mengatakan perbaikan maupun pembangunan fisik sekolah diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pekerjaan yang didanai meliputi pembangunan baru, rehabilitasi, renovasi, pengadaan perabot, penataan lingkungan, dan pengecatan. Fasilitas sasaran mencakup ruang kelas, ruang praktik, toilet aksesibel, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya.
Fajar menyampaikan bahwa ruang belajar yang layak dan sanitasi memadai turut memengaruhi kenyamanan serta motivasi peserta didik. Ia meminta sekolah menjaga mutu pekerjaan sejak perencanaan hingga pembangunan selesai, termasuk memastikan material sesuai spesifikasi teknis.
Ia juga mengingatkan sekolah agar merawat fasilitas yang telah diperbaiki melalui pemeliharaan rutin sesuai ketentuan pendanaan sekolah. Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan pihaknya mendampingi sekolah penerima agar pelaksanaan program mengikuti mekanisme dan ketentuan.
Pendampingan dilakukan melalui Bimbingan Teknis Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 pada 3–6 November 2026, yang diikuti 519 SMK calon penerima bantuan dari berbagai provinsi. Pesertanya meliputi kepala sekolah, ketua tim perencana, dan penanggung jawab teknis yang mendapat pembekalan tentang perencanaan, pekerjaan konstruksi, administrasi, serta laporan pertanggungjawaban.
Tatang menyatakan keberhasilan program juga bergantung pada kesiapan sekolah mengelola bantuan secara tertib dan akuntabel. Ia meminta sekolah menjalankan revitalisasi secara transparan dan menolak permintaan biaya di luar ketentuan.