
Kemendikdasmen Revitalisasi 1.277 SMK
15 menit yang lalu
Dermatitis seboroik dapat kambuh, tetapi gejalanya dapat dikendalikan dengan perawatan yang sesuai.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, dermatitis seboroik merupakan gangguan kulit kronis yang menyebabkan peradangan dan kulit bersisik, serta terkadang menimbulkan rasa gatal. Kondisi ini paling sering muncul di kulit kepala, tetapi dapat pula menyerang wajah, telinga, dada, dan punggung.
Gejalanya dapat berbeda-beda, bergantung pada bagian tubuh yang terdampak dan tingkat keparahannya. Tanda yang umum antara lain kulit kepala kemerahan dan gatal, serpihan putih atau kekuningan, serta kulit mengelupas atau membentuk kerak berminyak.
Laporan yang sama menyebut ketombe yang sulit diatasi dengan sampo biasa serta bercak bersisik di sekitar alis, hidung, telinga, dan dada sebagai gejala lainnya. Kulit juga dapat tampak sangat kering meskipun produksi minyak berlebih.
Penyebab pastinya belum diketahui secara menyeluruh. Keberadaan jamur Malassezia, yang secara alami hidup di permukaan kulit, berkaitan dengan kondisi ini dan dapat memicu peradangan pada orang yang rentan.
Produksi sebum berlebih juga diduga berperan. Stres, cuaca dingin dan kering, faktor genetik, sistem kekebalan tubuh yang melemah, serta kondisi tertentu seperti penyakit Parkinson dapat meningkatkan risiko atau memperburuk gejala.
ANTARA menyebut sampo antiketombe yang mengandung ketoconazole, selenium sulfide, atau asam salisilat dapat membantu mengurangi jamur, minyak, dan penumpukan sel kulit mati. Penggunaannya perlu mengikuti petunjuk kemasan atau anjuran dokter; sebagian produk perlu didiamkan beberapa menit sebelum dibilas.
Untuk gejala di wajah atau bagian tubuh lain, dokter dapat memberikan krim antijamur, seperti ketoconazole atau clotrimazole. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat meresepkan kortikosteroid topikal untuk meredakan peradangan dan gatal, dengan penggunaan sesuai anjuran karena pemakaian berlebihan dapat menimbulkan efek samping.
Perawatan kulit dan rambut secara teratur dengan produk lembut, menghindari garukan, serta menjauhi produk yang mengandung alkohol atau pemicu iritasi dapat membantu mengendalikan keluhan. Menurut laporan ANTARA, kondisi ini dapat membaik lalu kambuh; periksakan diri ke dokter spesialis kulit jika gejala memburuk, timbul luka atau nyeri, maupun tidak membaik setelah perawatan.