
Dokter Imbau Bayi Tak Diberi Makanan Sebelum 6 Bulan
19 menit yang lalu
Pemkab Minut mendorong wisata berbasis alam dan budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi warga.
Terbit · 2 min read

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) mendorong pengembangan pariwisata yang menghubungkan potensi alam, budaya, dan pemberdayaan warga desa. Menurut laporan Manado Post, arah itu dibahas dalam diskusi kelompok terarah pengembangan desa wisata.
Diskusi kelompok terarah tersebut digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Minut di Ruang Maumbi Hotel Sutan Raja, Selasa (3/11/2026).
Sekretaris Daerah Minut Novly G. Wowiling mengatakan pariwisata merupakan sektor strategis yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan. Ia menyebut pantai, air terjun, pegunungan, dan destinasi budaya perlu dikemas sebagai rangkaian pengalaman wisata. Menurut laporan yang sama, Novly menyampaikan bahwa destinasi Minut mendapat respons positif saat ia mempresentasikannya dalam kunjungan ke Korea Selatan pekan lalu. Materi promosi yang menampilkan kawasan Likupang dan Kinunang menarik perhatian audiens, menurutnya.
Novly juga menyoroti peluang dari investasi perhotelan, termasuk rencana peresmian hotel Marriott di Likupang pada Desember mendatang dan pembangunan hotel berskala internasional di Desa Budo. Pengembangan fasilitas Medclub di Kecamatan Kema turut disebut sebagai bagian dari perkembangan investasi pariwisata. Ia mengingatkan bahwa pengembangan tidak cukup mengandalkan hotel dan pantai. Novly mendorong penguatan atraksi budaya seperti Kolintang, Maengket, Masamper, dan Kawasaran, serta pembinaan kelompok seni di setiap kecamatan mulai 2027.
Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Minahasa Utara pada 20 November 2026 diharapkan menjadi ruang untuk menampilkan seni dan budaya dari berbagai wilayah.
Novly menyebut warga perlu terlibat melalui usaha kuliner, kerajinan, homestay, jasa wisata, dan atraksi budaya. Ia mengatakan keberhasilan pariwisata perlu dinilai dari jumlah kunjungan, lama wisatawan tinggal, serta pengeluaran mereka selama berada di Minut.
Akademisi Prof. Bet El Silisna Lagarense mengingatkan pengembangan desa wisata perlu berlandaskan keberlanjutan dan melibatkan generasi muda. Ia juga mendorong tiap desa memiliki karakter dan produk unggulan, menyediakan homestay dengan pelayanan layak, serta memperhatikan kebersihan, sampah, dan perlindungan mangrove.
Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia DPD Sulawesi Utara Christian Tambingon menekankan pentingnya memahami regulasi dan tahapan pembentukan desa wisata. Menurutnya, desa wisata berbeda dari wisata desa; keberadaan pantai, air terjun, atau kawasan mangrove saja belum otomatis menjadikan suatu wilayah sebagai desa wisata. Ia mengatakan penetapan dan pengembangan desa wisata perlu memenuhi kriteria dan ketentuan regulasi yang berlaku, termasuk aturan terbaru dari Kementerian Pariwisata.
Ketua Persatuan Jurnalis Biro Minahasa Utara Fernandus Y. Adam mengatakan media perlu menyampaikan informasi pariwisata secara akurat dan berimbang. Ia mengingatkan jurnalis agar memeriksa tata kelola anggaran dan ketersediaan fasilitas dasar. Pemkab Minut berharap kolaborasi pemerintah, warga, akademisi, pelaku usaha, dan media dapat memperkuat desa wisata sebagai penggerak ekonomi daerah.