
Zulhas Tak Usulkan MBG Diganti Uang Rp300 Ribu
10 menit yang lalu
Disdagin Kota Bandung menggandeng SBM ITB lewat program PINTAR untuk memperkuat pendampingan IKM binaan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menggandeng Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) untuk memperkuat pendampingan industri kecil dan menengah (IKM). Kerja sama itu dijalankan melalui program Pendampingan IKM Naik Tingkat, Adaptif, dan Resilien (PINTAR).
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Industri Disdagin Kota Bandung Muhammad Qadafi mengatakan program tersebut dirancang agar pelaku IKM binaan mampu mengembangkan usaha, beradaptasi dengan perubahan pasar, dan meningkatkan daya saing. Pernyataan itu disampaikan Qadafi di Bandung, Senin (26/10/2026).
"Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas usaha, sehingga IKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan meningkatkan daya saingnya," ujar Qadafi.
Menurut Qadafi, kerja sama tersebut menjadi upaya memperkuat kualitas pembinaan IKM melalui dukungan akademik, penelitian, dan pendampingan usaha yang lebih terarah.
"Melalui program PINTAR, kami ingin pendampingan IKM binaan Kota Bandung semakin terarah dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha," katanya.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama itu mencakup pelaksanaan dan pengembangan penelitian kolaboratif di berbagai bidang yang mendukung sektor perdagangan dan perindustrian.
Kerja sama tersebut juga meliputi penyusunan dan pengembangan kurikulum, perangkat pembelajaran, serta materi pembinaan bagi pelaku IKM dan usaha perdagangan. "Materi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelaku usaha agar relevan dan dapat diterapkan secara langsung," katanya.
Qadafi berharap kolaborasi itu membuat pendampingan bagi pelaku usaha binaan menjadi lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan nyata, sebagaimana dikutip dari laporan yang sama.
"Sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga membuka peluang penerapan pengetahuan akademik untuk menjawab berbagai tantangan industri kecil dan menengah," katanya.