
Pemprov Sulteng Mulai Bangun Sekolah Rakyat
16 menit yang lalu
Gempa di Shizuoka memicu laporan korban luka, kerusakan bangunan, dan gangguan perjalanan kereta.
Terbit · 1 min read

Gempa bermagnitudo 5,7 mengguncang Jepang bagian tengah pada Minggu (8/11/2026) dini hari. Menurut laporan CNNIndonesia.com, sedikitnya 24 orang di Prefektur Aichi dan Shizuoka terluka.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa terjadi pukul 01.04 waktu setempat di Prefektur Shizuoka. JMA menyatakan tidak mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa.
Mengutip Japan Times, CNNIndonesia.com melaporkan pihak berwenang di Aichi menerima 16 laporan warga yang terluka. Sebagian besar cedera disebut ringan.
Otoritas Shizuoka melaporkan sedikitnya tiga perempuan memerlukan perawatan medis darurat. Salah satunya, perempuan berusia 90-an, mengalami cedera bahu setelah terjatuh dari tempat tidur akibat guncangan.
Media lokal Chunichi Shimbun dan Tokai Television secara terpisah melaporkan sedikitnya 24 orang terluka di kedua prefektur tersebut, menurut CNNIndonesia.com.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Di Kota Toyohashi, Aichi, kaca jendela sebuah dealer mobil dilaporkan pecah, sedangkan barang dagangan di sebuah toko buku besar di Kota Toyota berjatuhan dari rak.
Layanan kereta regional mengalami penundaan hingga penghentian sementara pada Minggu pagi, termasuk layanan kereta cepat Shinkansen. Guncangan disebut terasa hingga Osaka, di Jepang bagian barat.
Media lokal juga melaporkan seorang warga negara asing dibawa ke rumah sakit setelah terjatuh dari lantai dua apartemennya saat gempa terjadi. Gempa lain bermagnitudo 4,3 mengguncang Kumamoto pukul 10.53 waktu setempat; tidak ada laporan langsung tentang kerusakan serius atau korban luka akibat gempa tersebut.