
Kemenhub Perketat Pengawasan Angkutan Bus
11 menit yang lalu
Perpusnas siap mendukung penambahan dan validasi formasi pustakawan Undana serta pengembangan kompetensi pengelolanya.
Terbit · 1 min read

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI siap mendukung penambahan dan validasi formasi pustakawan Universitas Nusa Cendana (Undana) di Nusa Tenggara Timur. Menurut laporan ANTARA, dukungan itu ditujukan untuk memperkuat pengelolaan perpustakaan dan layanan literasi bagi lebih dari 34 ribu sivitas akademika.
Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpusnas, Agus Sutoyo, menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Kupang dan meninjau Perpustakaan Undana, Senin (2/11/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Prisila Q. Parera serta disambut Kepala UPT Perpustakaan Undana Silvester Tena.
Agus mengatakan pimpinan Undana dapat mengajukan kebutuhan formasi pustakawan pada jenjang keterampilan maupun keahlian. Setelah usulan disampaikan kepada Kemendikti, Perpusnas siap memvalidasi dan menerbitkan surat rekomendasi resmi.
Menurut laporan yang sama, rombongan meninjau ruang kerja pengelola, layanan digital, ruang koleksi bahan pustaka, serta aktivitas mahasiswa dan dosen yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Agus menilai pustakawan yang kompeten penting bagi pengembangan perpustakaan perguruan tinggi, terutama yang memiliki banyak pengguna dan koleksi. Kebutuhan tenaga pengelola, menurutnya, perlu disesuaikan dengan beban kerja dan standar pelayanan.
Silvester mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan universitas untuk menindaklanjuti rekomendasi Perpusnas mengenai kebutuhan formasi pustakawan. Ia menyebut penguatan sumber daya manusia diperlukan untuk meningkatkan mutu layanan sekaligus menjaga kualitas akreditasi perpustakaan yang telah memperoleh predikat A.
Selain membahas formasi, kunjungan itu membuka peluang kerja sama antara Undana, Perpusnas, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT. Kerja sama tersebut diarahkan pada pelatihan dan pengembangan kapasitas pustakawan.
Menurut laporan yang sama, kerja sama juga mencakup penguatan literasi digital bagi mahasiswa dan dosen untuk mendukung kebutuhan akses informasi di lingkungan perguruan tinggi.