
Pemkot Jakpus Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif
9 menit yang lalu
Kasus pada pasien dengan imunodefisiensi berat disebut sebagai infeksi Shamonda pertama yang terdokumentasi pada manusia.
Terbit · 1 min read

Prancis melaporkan kematian pertama pada manusia akibat infeksi virus Shamonda. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Reuters, kasus itu diumumkan pemerintah Prancis pada Jumat (23/10/2026).
Kematian tersebut terjadi pada awal Oktober. Pasien yang meninggal mengalami imunodefisiensi berat, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh sangat lemah.
Pemerintah Prancis menyatakan kasus itu merupakan yang pertama di dunia. Pihak berwenang mengatakan virus tersebut saat ini tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat umum.
Kementerian Kesehatan dan Pertanian Prancis menyebut Shamonda termasuk kelompok orthobunyavirus. Virus ini dapat menular ke hewan melalui gigitan lalat Culicoides.
Kedua kementerian menyatakan virus tersebut pertama kali ditemukan di Nigeria pada pertengahan 1960-an dan pernah dilaporkan secara sporadis pada sapi di Afrika Barat, Afrika Timur, Afrika Selatan, serta Jepang.
Pihak berwenang menyebut virus itu sebelumnya dianggap tidak menular kepada manusia. Hingga kasus terbaru ditemukan, belum ada infeksi pada manusia yang terdokumentasi, meskipun virus telah beredar selama beberapa dekade.
Menurut laporan yang sama, pihak berwenang sedang menyelidiki kasus tersebut. Virus Shamonda juga telah teridentifikasi di Eropa, termasuk Prancis, setelah ditemukan pada hewan ternak.
Sapi merupakan spesies utama yang diketahui dapat terinfeksi. Otoritas Prancis juga mengidentifikasi sejumlah kasus pada domba, kambing, dan kuda pada musim panas tahun ini.