
Yusril Minta Kebijakan Publik Berorientasi Masyarakat
13 menit yang lalu
Pemeliharaan satu unit PLTA direncanakan saat muka air waduk turun, dengan waktu pelaksanaan mempertimbangkan kondisi waduk dan koordinasi dengan PLN.
Terbit · 2 min read

Perum Jasa Tirta II (PJT II) menyiapkan pemeliharaan satu unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jatiluhur di Jawa Barat pada akhir Oktober 2026, seiring penurunan muka air waduk selama musim kemarau. Menurut laporan ANTARA, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PJT II Anton Mardiyono menyampaikan rencana tersebut dalam kegiatan bersama Badan Pengaturan BUMN di Purwakarta pada Jumat (23/10/2026).
Penurunan tinggi muka air waduk mengurangi ketinggian efektif air untuk menggerakkan turbin dan dapat menurunkan efisiensi pembangkitan. Anton mengatakan, unit dapat dihentikan sementara jika muka air mencapai batas operasional tertentu.
Menurut Anton, unit perlu dihentikan sementara saat muka air turun hingga batas operasional tertentu karena kondisi itu berpotensi menurunkan efisiensi dan mengganggu aliran air pada turbin. PJT II menyiapkan pemeliharaan komponen mekanikal, hidromekanikal, dan elektrikal pada satu unit.
Menurut Anton, pemeliharaan tersebut sudah dimasukkan dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan sejak awal tahun. Namun, PJT II belum menetapkan unit yang akan menjalani pemeliharaan karena keputusan masih mempertimbangkan kondisi muka air waduk.
PLTA Ir. H. Djuanda di kawasan Waduk Jatiluhur memiliki enam unit pembangkit dengan kapasitas terpasang 187,5 megawatt. Pembangkit itu terhubung ke sistem kelistrikan Jawa-Bali yang dikelola PT PLN (Persero).
Pengaturan operasi dan jadwal pemeliharaan dilakukan melalui koordinasi dengan PLN. PJT II juga memasok listrik kepada sekitar 19 hingga 20 industri lokal di Purwakarta; menurut Anton, kapasitas pasokan untuk industri itu relatif tidak berubah dalam 10 tahun terakhir.
Paparan keuangan PJT II mencatat pendapatan usaha dari sektor listrik pada 2025 sebesar Rp550,06 miliar atau sekitar 48,7 persen dari total pendapatan perusahaan sebesar Rp1.128,79 miliar.
Dalam prakiraan yang diterbitkan pada 22 Oktober 2026, BMKG menyebut kondisi relatif kering berpotensi berlangsung di sejumlah wilayah Jawa pada akhir Oktober hingga pertengahan November, meski hujan masih berpeluang terjadi. ANTARA sebelumnya memberitakan bahwa koordinasi pengaturan distribusi air di kawasan Jatiluhur dilakukan setiap dua pekan melalui Tim Koordinasi Operasi Sumber Daya Air, yang melibatkan unit pengelola PLTA. Laporan itu dimuat pada 25 Juni 2026.