
Arunala Dorong Layanan Perawatan Lansia Terjangkau
12 menit yang lalu
Gubernur Sulawesi Selatan menyebut sekitar 15.000 keluarga miskin telah atau sedang naik kelas setelah intervensi pemerintah.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang dinilai membantu menekan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan pendidikan dan asrama bagi anak dari keluarga prasejahtera. Menurut laporan ANTARA, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan hal itu di Makassar, Rabu (28/10/2026).
Andi mengatakan sekitar 15.000 keluarga miskin di Sulawesi Selatan telah atau sedang naik kelas secara sosial ekonomi berkat intervensi pemerintah. Ia menyebut keluarga terlepas dari beban biaya pendidikan setelah anak bersekolah di Sekolah Rakyat sebagai salah satu faktor yang membantu keluarga.
Pernyataan itu disampaikan setelah acara perayaan satu tahun Sekolah Rakyat yang digelar terpusat di GOR Sudiang, Makassar. Andi mengatakan penurunan kemiskinan tersebut berlangsung di tengah tantangan ekonomi global.
Menurut Andi, Sekolah Rakyat disinergikan dengan sejumlah kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat miskin ekstrem hingga kelompok desil 1-5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Program itu menyediakan pendidikan berasrama secara gratis.
Sekolah Rakyat juga diintegrasikan dengan program Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Merah Putih, dan Program 3 Juta Rumah. Andi menyatakan program tersebut membantu anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan, sementara kebutuhan keluarganya turut diperhatikan.
Menurut laporan yang sama, Sulawesi Selatan merupakan provinsi di luar Pulau Jawa dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak. Saat ini, sekolah tersebut tersebar di sembilan lokasi dan diproyeksikan bertambah menjadi sekitar 15 lokasi dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu lokasi itu adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan, yang dibangun pemerintah dengan fasilitas berasrama dan kapasitas hingga 2.000 siswa dari keluarga berpenghasilan rendah. Andi optimistis pendekatan pendidikan terpadu dapat membantu memutus rantai kemiskinan; anak-anak yang sebelumnya putus sekolah dididik secara optimal oleh tenaga pengajar berkualitas.