
Lebih dari 500 Orang Terluka di Demo Rompi Kuning Prancis
17 menit yang lalu
Sugiono menyoroti mitigasi perubahan iklim, sementara Tito meminta percepatan penanganan 137 sungai terdampak sedimentasi.
Terbit · 2 min read

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono mengapresiasi kerja Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) dalam memulihkan wilayah terdampak bencana di Sumatra. Menurut laporan CNBC Indonesia, setelah sekitar 11 bulan proses pemulihan berjalan, sebagian besar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi telah terealisasi.
Laporan tersebut mengutip keterangan tertulis pada Senin (26/10/2026). Pemulihan mencakup wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan upaya berupa penerbitan regulasi, dukungan anggaran, serta pemulihan fasilitas dan layanan dasar.
Sugiono mengatakan pemerintah tetap berupaya memenuhi tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat di daerah terdampak. “Saya kira ini merupakan suatu kerja keras yang luar biasa, yang patut diapresiasi di tengah berbagai keadaan, kita pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto masih bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat mengatasi masalah-masalah yang ada di daerah bencana,” ujar Sugiono, dikutip CNBC Indonesia dari keterangan tertulis.
Sugiono juga menekankan perlunya memasukkan mitigasi perubahan iklim ke dalam perencanaan pemulihan. Menurutnya, perubahan iklim dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia dan kesiapsiagaan menghadapi bencana berikutnya.
Ia menyebut wilayah di utara khatulistiwa diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan, sedangkan wilayah di selatan khatulistiwa cenderung lebih kering daripada kondisi normal dalam beberapa dekade mendatang. Sugiono mengatakan mitigasi diperlukan agar penanggulangan dan rehabilitasi dapat dilakukan lebih cepat jika bencana terjadi.
Menurut laporan yang sama, Sugiono meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait memperkuat koordinasi. Penyelesaian pekerjaan pemulihan yang tersisa, katanya, perlu berjalan bersamaan dengan perencanaan mitigasi perubahan iklim.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas PRR, melaporkan bahwa bencana susulan menjadi tantangan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Hujan deras kembali memicu banjir di Padang dan Solok di Sumatra Barat, Tapanuli Tengah di Sumatra Utara, serta sejumlah daerah di Aceh.
Tito menjelaskan sedimentasi sungai meningkatkan risiko luapan saat hujan deras dan menyebabkan sejumlah infrastruktur yang telah diperbaiki kembali terdampak. Ia meminta dukungan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat penanganan 137 sungai terdampak sedimentasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.