
Warga London Paling Tidak Siap Hadapi Darurat
13 menit yang lalu
Bentrokan dua kelompok warga di Mamajang menewaskan seorang pria dan melukai Kapolsek setempat.
Terbit · 1 min read

Tawuran dua kelompok warga di Kecamatan Mamajang, Makassar, menewaskan seorang pria berusia 51 tahun dan melukai Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada Wahyu. Menurut laporan iNews.id, Kapolsek terkena busur panah saat berusaha mengendalikan situasi.
Bentrokan terjadi di Jalan Pajonga Daeng Ngalle, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, pada Kamis (5/11/2026) dini hari. Kedua kelompok berasal dari Lorong 3 dan Lorong 4.
Mereka saling menyerang menggunakan batu, petasan, busur panah, dan senjata tajam jenis samurai. Petugas gabungan TNI-Polri turun tangan untuk membubarkan massa ketika situasi semakin tidak terkendali.
Kanit Reskrim Polsek Mamajang Iptu Uji Mughni mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima setelah korban dibawa ke rumah sakit, seorang warga meninggal akibat terkena busur di leher. Ia menyebut busur yang mengenai Kapolsek mengenai betisnya.
Menurut laporan yang sama, bentrokan serupa di lokasi itu telah berulang selama hampir dua pekan. Sejumlah warga perempuan juga disebut ikut terlibat dalam keributan.
Kedua kelompok mengaku diserang lebih dahulu. Mereka menyatakan orang-orang yang tidak dikenal tiba-tiba masuk ke gang dan menyerang warga yang sedang berkumpul.
Perselisihan disebut bermula dari kesalahpahaman antara sejumlah pemuda di warung makan. Masalah itu kemudian berkembang menjadi cekcok dan saling serang di media sosial sebelum berujung pada bentrokan fisik.