
Sugiono Sebut Pemuda Menentukan Masa Depan Indonesia
45 menit yang lalu
BNPB mencatat titik panas turun 78 persen dan akan tetap melaksanakan operasi pemadaman.
Terbit · 1 min read

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan turun 78 persen menjadi 65 titik. Menurut laporan CNNIndonesia.com, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan penurunan itu melalui siaran langsung BNPB pada Kamis (29/10/2026).
Data BNPB tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Rabu (28/10/2026) pukul 19.00 WIB. Karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat, dengan luas lahan terbakar 161,5 hektare.
Berton mengatakan jumlah titik panas turun dari 295 menjadi 65. Ia menyampaikan, “Bisa kami sampaikan dari hari-hari sebelumnya turun signifikan titik api [panas] sebesar 78 persen. Tadinya titik api [panas] sebesar 295, saat ini kita dapati ada 65 titik,” menurut laporan tersebut.
Penurunan tercatat sejak 25 Oktober 2026, saat titik panas berjumlah 1.169. Angkanya kemudian turun menjadi 875, lalu 295, sebelum mencapai 65 titik.
BNPB akan tetap melaksanakan operasi pemadaman, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca. Berton mengatakan, “Kami juga melakukan 10 sorti untuk menyemaikan 10.000 kilogram NaCl [hingga hari ke-7],” menurut laporan yang sama.
Salah satu sorti operasi modifikasi cuaca dilakukan pada Rabu (28/10/2026) di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Hujan dilaporkan turun di bagian utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Menurut laporan CNNIndonesia.com, hujan tersebut disebut berdampak pada peningkatan jarak pandang dari 1-5 kilometer menjadi 7-8 kilometer. BNPB juga menyebut kendala penanganan berupa fenomena El Nino yang sangat kuat, kerawanan kebakaran di Papua Selatan, dan asap lintas batas dari Papua Nugini.
Status darurat provinsi dan kabupaten, khususnya Merauke, masih diperpanjang.