
MRT Jakarta Tegaskan Larangan Makan dan Minum
8 menit yang lalu
IQAir mencatat indeks udara Jakarta 152; warga disarankan membatasi paparan di luar ruangan.
Terbit · 1 min read

Kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat pada Selasa pagi (3/11/2026), menurut laporan ANTARA yang mengutip laman IQAir. Masyarakat disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Pembaruan IQAir pada pukul 06.00 WIB mencatat indeks kualitas udara Jakarta sebesar 152. Konsentrasi PM2,5 tercatat 57,6 mikrogram per meter kubik.
Menurut laporan yang sama, konsentrasi tersebut 11,5 kali lebih tinggi daripada nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PM2,5 adalah partikel berukuran 2,5 mikron (mikrometer) yang terdapat di udara, termasuk debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel itu dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.
Rekomendasi kesehatan yang dicantumkan dalam laporan itu meliputi mengenakan masker, menghindari kegiatan di luar ruangan, menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara kotor, dan menyalakan penyaring udara.
Pada Selasa itu, Jakarta berada di urutan kelima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Tangerang menempati urutan pertama dengan indeks 195, disusul Palembang 172, Tangerang Selatan 169, dan Surabaya 160.