
Ancaman Bom Diterima 271 Sekolah di Italia
12 menit yang lalu
Kemenhub berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan menyiapkan mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem selama masa angkutan Nataru.
Terbit · 1 min read

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkuat antisipasi cuaca ekstrem untuk Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui koordinasi lintas instansi serta mitigasi risiko transportasi. Menurut laporan ANTARA, langkah itu disiapkan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan selama libur akhir tahun.
Laporan ANTARA tersebut diterbitkan pada Selasa (3/11/2026). Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan pengelola prasarana untuk mengantisipasi gangguan perjalanan. Keterangan Menhub disampaikan di Jakarta.
Kemenhub memetakan lokasi rawan banjir dan longsor sebagai bahan pertimbangan dalam keputusan operasional. Dudy mengatakan, “Informasi cuaca dan kondisi lintasan harus menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional, terutama dalam mengantisipasi cuaca ekstrem dan daerah rawan bencana,” menurut laporan yang sama.
Mitigasi juga mencakup potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat memengaruhi keselamatan transportasi laut maupun moda lainnya. Informasi cuaca, menurut Dudy, perlu diperhatikan dalam keputusan operasional.
Kemenhub menyiapkan jalur alternatif untuk menghadapi kemungkinan gangguan perjalanan. Kesiapan sarana dan petugas di lokasi yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem juga diperkuat untuk mendukung penanganan darurat.
Kementerian meminta operator menyusun rencana operasi yang mencakup pengendalian risiko, kesiapan menghadapi keadaan darurat, dan penyesuaian langkah jika kondisi lapangan berubah. Evaluasi penyelenggaraan Nataru sebelumnya turut digunakan sebagai bahan penyempurnaan mitigasi.
Melalui koordinasi lintas sektor dan langkah tersebut, Kemenhub menargetkan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 berlangsung aman serta memberi kepastian layanan bagi masyarakat.