
Kemnaker Koordinasikan Anggaran BSU 2026
16 menit yang lalu
Pengajuan bantuan bencana Aceh Timur masih diproses, sementara Kotabaru menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat.
Terbit · 2 min read

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono membahas pengajuan bantuan bagi warga terdampak bencana di Aceh Timur dan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kotabaru. Menurut laporan CNN Indonesia, pembahasan berlangsung bersama kepala daerah masing-masing di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan perkembangan pengajuan bantuan tahap II. Aceh Timur masuk gelombang 10 dan 12, dengan kebutuhan bantuan sekitar Rp1,2 triliun, menurut laporan yang sama.
Pengajuan bantuan mencakup jaminan hidup, bantuan isi hunian, dan stimulan ekonomi. Iskandar berharap proses pengajuan, terutama untuk gelombang 10, dapat diselesaikan pada November.
Agus mengatakan anggaran penanganan bencana di Sumatra, termasuk Aceh Timur, masih diproses di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas sebelum diteruskan ke Kementerian Keuangan untuk memperoleh persetujuan. Ia berharap persetujuan dapat diberikan dalam waktu tidak terlalu lama.
Setelah anggaran disetujui, Kemensos menyiapkan penyaluran melalui Bank Himbara maupun PT Pos Indonesia. Bantuan yang disebutkan meliputi jaminan hidup Rp15 ribu per orang per hari, bantuan isi hunian Rp3 juta per keluarga, dan stimulan ekonomi Rp5 juta per keluarga.
Agus mendorong Bupati Aceh Timur menyampaikan perkembangan dan kebutuhan warga dalam rapat tingkat menteri yang dijadwalkan pada Kamis (5/11/2026). Ia mengatakan akan mengawal proses pengajuan anggaran bersama pihak terkait.
Dalam pembahasan Sekolah Rakyat, Bupati Kotabaru Muhammad Rusli menyatakan pemerintah daerah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare dari aset daerah. Menurut laporan CNN Indonesia, pemerintah kabupaten juga telah melengkapi dokumen administrasi dan persyaratan teknis.
Agus menyebut masih ada komitmen pematangan lahan pada 2026 yang perlu ditindaklanjuti. Kotabaru masuk dalam daftar 158 lokasi usulan daerah yang memenuhi persyaratan awal, tetapi masih memiliki catatan terkait kesiapan lahan.
Rencana Sekolah Rakyat permanen dirancang untuk menampung 2.500 siswa, naik dari kapasitas sebelumnya 1.000 siswa, sehingga kebutuhan anggaran pembangunan perlu disesuaikan. Agus mengatakan program itu ditujukan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama yang tercatat dalam DTSEN Desil 1 dan 2; penerimaan dilakukan melalui penjangkauan dan verifikasi, bukan seleksi akademik atau titipan.