
Vance Sebut Trump Tak Akan Biarkan Perang Iran Berlarut
14 menit yang lalu
Koster mengakui terpancing emosi saat meninjau gangguan layanan SPBU di tengah kelangkaan BBM Bali.
Terbit · 1 min read

Gubernur Bali Wayan Koster mengakui kesalahannya setelah terpancing emosi saat meninjau sebuah SPBU yang tidak beroperasi di tengah kelangkaan BBM. Menurut laporan ANTARA, Koster menyampaikan klarifikasi terkait video insiden tersebut.
Koster memberikan penjelasan di sela Rapat Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Jumat (30/10/2026). Ia mengatakan kunjungan ke SPBU itu dilakukan beberapa waktu lalu untuk memeriksa kesiapan layanan 24 jam.
Menurut laporan ANTARA, Koster mendapati SPBU tersebut tidak beroperasi ketika antrean kendaraan sudah panjang. Ia kemudian berkoordinasi dengan pimpinan SPBU mengenai kendala sistem komputasi yang menghentikan layanan.
Dalam pembicaraan itu, seorang petugas perempuan disebut memotong pembicaraan dan meluapkan emosi kepada Koster. Video yang beredar memperlihatkan Koster membalas dengan emosi dan meminta petugas tersebut diam, menurut laporan yang sama.
Koster mengakui seharusnya ia tetap tenang dan merespons petugas dengan bijak. “Salahnya saya, pegawai itu marah. Saya ikut marah. Itu salah saya,” ucapnya.
Ia mengatakan kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram menjadi pelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah. Koster menilai penanganan kebutuhan dasar masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dan tidak seharusnya disertai saling menyalahkan.
ANTARA melaporkan, Koster saat itu berkantor hingga dini hari di Pertamina Depo Sanggaran untuk merumuskan penanganan bersama jajaran direksi. Ia menyebut keterlambatan pasokan BBM bukan disebabkan ketiadaan stok, melainkan kendala teknis distribusi.
Kapal pengangkut 18 juta liter minyak di Depo Manggis sempat gagal sandar selama 18 jam karena jangkarnya tersangkut, sehingga pengiriman ke seluruh SPBU di Bali terhenti seharian. Koster mengatakan telah meminta Direktur Utama Pertamina mencegah kejadian serupa terulang.