
Polri Mutasi Kapusdokkes dan Kapuskeu
9 menit yang lalu
Tim mendatangi lokasi panen, sementara pengadaan gabah kering panen tercatat 188.000 ton.
Terbit · 1 min read

Perum Bulog Kantor Cabang Semarang mengoptimalkan Tim Jemput Gabah untuk mempercepat penyerapan hasil panen petani dan mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Menurut laporan ANTARA, tim tersebut mendatangi area persawahan di berbagai wilayah kerja Bulog Semarang.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa menjelaskan kegiatan itu saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah. Laporan ANTARA terbit Jumat (30/10/2026).
Yudha mengatakan tim bergerak berdasarkan informasi panen dari petani, gabungan kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan, Babinsa, dan dinas pertanian setempat. Koordinasi sejak awal membantu petugas mengetahui lokasi dan waktu panen.
Setelah menerima informasi, Bulog menyiapkan petugas, kendaraan pengangkut, serta kebutuhan teknis. Tim kemudian mendatangi lahan yang memasuki masa panen untuk memeriksa, menimbang, dan membeli gabah.
“Tim Jemput Gabah salah satu sarana yang kita pakai untuk menyerap gabah petani karena kita harus mengawal swasembada. Tim ini rata-rata pegawai Bulog Semarang,” kata Yudha.
Petugas pemeriksa kualitas Bulog dilibatkan agar gabah yang diterima sesuai ketentuan dan tercatat secara tertib serta transparan. Yudha mengatakan kehadiran Bulog di lokasi panen membuat petani tidak perlu mencari pembeli.
Menurut laporan yang sama, gabah yang diserap dikirim ke Sentra Penggilingan Padi atau mitra pengolahan untuk diproses menjadi beras, sebelum disimpan sebagai CBP. Yudha menyebut pola tersebut juga mendekatkan komunikasi dan koordinasi Bulog dengan petani.
Bulog Semarang mencatat pengadaan gabah kering panen mencapai 188.000 ton. Yudha mengatakan stok beras saat ini sekitar 81.000 ton dan realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 103 persen dari target wilayah kerja.